Rumah Terakhir?...

Rumah Terakhir?...

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dulu, rumah adalah tempat paling aman bagi Zella Laurensia Dirgantara. Dulu, keluarganya penuh dengan canda tawa dan kehangatan. Tapi kini, semua itu berubah menjadi siksaan. Setiap hari, rumahnya dipenuhi suara tamparan, teriakan, dan barang pecah yang berserakan di lantai. Ayah dan ibu yang dulu saling menyayangi kini hanya saling menyalahkan, sementara Zella terjebak di tengah-tengah. Ia dipaksa menjadi sempurna, harus selalu menjadi yang terbaik di sekolah, dan setiap kesalahan kecil dibalas dengan hukuman yang menyakitkan. Tak ada tempat untuknya mengadu. Tak ada bahu untuk bersandar. Luka-luka di tubuhnya mungkin bisa sembuh, tapi luka di hatinya? Tidak ada yang tahu seberapa dalam. Bisakah Zella menemukan jalan keluar dari neraka yang disebut rumah ini? Atau akankah ia selamanya terjebak dalam penderitaan yang tak terlihat? --- note: maaf jika salah kata atau typo dalam cerita
All Rights Reserved
#216
zean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Kesedihan [SELESAI]
  • dibalik alyksandr
  • 𝙓𝘼𝘾𝙄𝙀𝙍𝙔𝘼
  • LENGKARA
  • SENJA
  • RUANG DEPRESI [ END ]

Sejak kecil, Valesta sudah belajar satu hal: tidak semua tempat yang disebut rumah benar-benar memberi rasa pulang. Berpindah dari satu atap ke atap lainnya, terluka, bertahan, dan perlahan membangun dunia kecilnya sendiri, Esta tumbuh menjadi gadis yang tampak kuat di luar, tapi retak di dalam. Saat semua orang pergi satu per satu, dan dunia seolah hanya memberinya pilihan untuk menyerah, Esta memilih melawan. Melawan sepi, luka masa lalu, ketidakadilan, dan ketakutannya sendiri. Di tengah keheningan yang panjang, ia bertemu orang-orang yang mengajarinya lagi tentang tawa, keberanian, dan cinta yang tak bersyarat. Ini adalah perjalanan tentang kehilangan, menemukan, dan membangun. Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang menciptakan rumahnya sendiri - perlahan, penuh luka, namun penuh harapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines