Story cover for Broken Life (End) by ErlPutraFLS
Broken Life (End)
  • WpView
    Reads 5,646
  • WpVote
    Votes 537
  • WpPart
    Parts 21
  • WpView
    Reads 5,646
  • WpVote
    Votes 537
  • WpPart
    Parts 21
Complete, First published Mar 09, 2025
Lilyana Nandeana Azrielia, gadis remaja berumur 16 tahun yang kebetulan masih duduk di bangku SMA kelas 10, Lily dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul, hanya berkumpul dengan orang terdekatnya, sering di pressure semua orang dan kurang bersosialisasi. tetapi sebenarnya dia berkepribadian seperti itu karena ia menyimpan luka yang begitu dalam di rumah, bahkan ia trauma dengan suara pecahan kaca dan dia selalu menutupi semua trauma dan segala rahasianya dari teman-temannya. Lily hanya ingin ketenangan tetapi selalu saja ada yang mengganggunya.
All Rights Reserved
Sign up to add Broken Life (End) to your library and receive updates
or
#16moreen
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak? cover
LILYNN: Dia Hillary - End cover
She's mine (lilynn) END. cover
nona alana [slow up] cover
Spike !!! (JKT48 Gen 12 FANFICTION) cover
obsessed with you cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
Leo ✔ cover

Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?

8 parts Ongoing

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?