Dewasa?
  • WpView
    Leituras 33
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, mai 13, 2026
"Dewasa" Sebuah kata yang sering mereka dengar, tapi tak benar-benar mereka pahami. Sebenarnya apa makna di balik kata itu? Apa mungkin itu tentang usia? Tanggung jawab? Kebebasan? Ah atau justru kehilangan? Dalam perjalanan mencari makna kata itu, mereka menghadapi luka yang tak pernah mereka duga. Persahabatan diuji, impian dipertanyakan, dan realita tak selalu sejalan dengan ekspektasi. Ada beban yang terasa terlalu berat, ada keputusan yang harus diambil sebelum mereka siap. Pada akhirnya, mereka menyadari- dewasa bukan hanya sekedar angka atau pencapaian. Ini tentang menerima, tentang kehilangan, tentang bertahan... dan tentang mencari jati diri di tengah dunia yang terus berubah. "Sekalipun iya, itu karna gue ngasi ke orang yang makannya kaya lagi di sidang" - Kei "ya elah, drama lo makin aneh aja sak" - Rayyan _"karna ... dunia ini adalah panggung sandiwara kawan ku" - Saka _"Haha, kayanya kita emang udah harus mikirin ini sih. Udah cukup buat dramanya selama ini, saat nya fokus" - Zain Karena menjadi dewasa bukan sekadar bertambah umur, tapi tentang memahami arti hidup.
Todos os Direitos Reservados
#484
brotherhood
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • KAIREL [END]
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Rewrite Our Memories [K-Lit] ✔
  • Aku Ingin Bercerita
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • 「 Our Life 」
  • Sebuah Rasa
  • FRAGMENT (From ALTERITY)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo