Story cover for Dewasa? by oskara_noven
Dewasa?
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Mar 09
"Dewasa"

Sebuah kata yang sering mereka dengar, tapi tak benar-benar mereka pahami. Sebenarnya apa makna di balik kata itu? 

Apa mungkin itu tentang usia?

Tanggung jawab?

Kebebasan?

Ah atau justru kehilangan?

Dalam perjalanan mencari makna kata itu, mereka menghadapi luka yang tak pernah mereka duga. Persahabatan diuji, impian dipertanyakan, dan realita tak selalu sejalan dengan ekspektasi. Ada beban yang terasa terlalu berat, ada keputusan yang harus diambil sebelum mereka siap.

Pada akhirnya, mereka menyadari- dewasa bukan hanya sekedar angka atau pencapaian. Ini tentang menerima, tentang kehilangan, tentang bertahan... dan tentang mencari jati diri di tengah dunia yang terus berubah.

"Sekalipun iya, itu karna gue ngasi ke orang yang makannya kaya lagi di sidang" - Kei 

"ya elah, drama lo makin aneh aja sak" - Rehan

_"karna ... dunia ini adalah panggung sandiwara kawan ku" - Saka

_"Haha, kayanya kita emang udah harus mikirin ini sih. Udah cukup buat dramanya selama ini, saat nya fokus" - Zain

Karena menjadi dewasa bukan sekadar bertambah umur, tapi tentang memahami arti hidup.
All Rights Reserved
Sign up to add Dewasa? to your library and receive updates
or
#764brotherhood
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 9
Sekeping Hati yang Terluka cover
Sebuah Rasa cover
AZELLO [END] cover
Eliinaa cover
Dari Luka Untuk Tawa✓ cover
Rewrite Our Memories [K-Lit] ✔ cover
Di Antara Tawa dan Tragedi  cover
Behind The Smile (TERBIT) cover
ADRIEL • S1✔️ S2  cover

Sekeping Hati yang Terluka

26 parts Complete Mature

Salahkah kami jika kami merindukan kasih sayang dan perhatian orangtua? Salahkah kami jika kami mencoba menarik perhatian mereka dengan mencoba berbagai cara? Salahkah kami jika pada akhirnya kami mungkin menyerah karena lelah? Mama, papa, dimana kalian saat kami perlu bimbingan kalian dalam meniti tangga kehidupan kamu? Camelia, Claudia, dan Clarisa adalah tiga orang sahabat yang berteman dengan awal yang aneh. Mereka saling menjaga, saling memahami, dan saling membantu. Bagi orang dewasa, mungkin yang mereka alami bukanlah masalah besar. Bagi orang dewasa, mungkin masih ada hal-hal lain yang lebih penting untuk ditangani. Tapi bagi mereka, kaum remaja, ini adalah masalah hidup dan mati. Ini adalah masa depan. Setiap langkah yang diambil, dipenuhi, baik oleh diri sendiri maupun orang lain, semua, adalah mengenai meniti masa depan. Bagaimana jadinya hidup mereka karena pola asuh yang salah dari orangtua? Bagaimana mereka harus melawan tekanan alam bawah sadar saat mereka harus memilih sikap antara hati dan logika tanpa mereka pernah diperkenalkan dengan apa yang baik dan benar? Bagaimana jadinya saat mereka merasa saling membutuhkan namun terpecah oleh satu sosok tampan yang mengoyak kebersamaan mereka? Akankah mereka menemukan akhir yang bahagia seperti selayaknya anak remaja yang lainnya? Atau mereka memiliki jalan lain untuk ditempuh? Salahkah mereka? Atau bukan salah siapa-siapa?