Langkah di Koridor terakhir

Langkah di Koridor terakhir

  • WpView
    Reads 508
  • WpVote
    Votes 308
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 20, 2025
Ada 2 orang mahasiswa. Mereka dapat tugas dokumentasi arsitektur gedung asrama lama dari kampus. Jadinya, mereka harus datang ke sana buat observasi, mereka berdua adalah Felix dan Cheonsa dari jurusan Sejarah. Felix dan Cheonsa awalnya mengira ini hanya tugas biasa sekedar mengumpulkan dokumentasi, mencatat detail bangunan, lalu membuat laporan. Tidak ada yang aneh. Tidak ada yang berbahaya. Tapi, saat mereka melangkah ke dalam gedung asrama lama, sesuatu terasa berbeda. Udara di dalamnya lebih dingin dari yang seharusnya. Lorong-lorongnya gelap meskipun matahari masih bersinar terang di luar. Lantai kayu tua berderit pelan di setiap langkah mereka, seolah ada sesuatu yang bergerak bersamaan dengan mereka. Pintu-pintu kamar yang terkunci rapat seakan menyimpan rahasia yang tak ingin dibuka. Foto-foto tua yang tergantung di dinding tampak memudar.. tetapi mata dalam foto itu masih menatap mereka. Di tengah keheningan, terdengar suara langkah kaki. Tapi anehnya, suara itu bukan milik mereka berdua. Dan saat mereka menemukan catatan lama yang berisi daftar penghuni terakhir gedung itu, mereka melihat sesuatu yang membuat darah mereka membeku. Nama terakhir dalam daftar itu adalah .. seseorang yang saling mereka temui sampai sekarang.
All Rights Reserved
#734
leefelix
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CERITA HOROR SEKOLAH
  • Mistletoe [SKZFF] END
  • || Save Me ||
  • A CHOICES   [Choi Yena X HyunSung]
  • Midnight Rules (HARQEEL AU)
  • Memori Sekolah Berhantu√ •JEONGIN X HYUNJIN•

Di sebuah sekolah menengah yang terkenal dengan gedungnya yang tua dan penuh sejarah, desas-desus mengenai ruang bawah tanah yang terlarang terus menyebar di kalangan siswa. Sekolah ini berdiri megah di atas bukit, dengan pepohonan rimbun yang membuat suasananya selalu terlihat kelam, bahkan di siang hari. Legenda mengisahkan tentang seorang siswa yang menghilang bertahun-tahun lalu di dalam gedung tua itu, dan sejak saat itu, terdengar suara langkah kaki dan bisikan aneh di lorong-lorong saat malam tiba. Suatu malam, sekumpulan siswa yang penasaran memutuskan untuk menyelidiki. Mereka mendengar cerita tentang sebuah cermin besar di ruang musik yang konon bisa memperlihatkan bayangan orang-orang yang sudah mati. Salah satu siswa menghilang saat berani menatap cermin itu terlalu lama. Mereka pun mulai menyadari ada sesuatu yang mengawasi mereka, mengintip dari sudut-sudut gelap, dari ruang kelas yang terkunci, dan dari bayangan di balik tirai tebal. Misteri semakin dalam ketika mereka menemukan buku catatan tua di perpustakaan yang penuh dengan kisah-kisah tragis yang pernah terjadi di sekolah itu. Setiap halaman seolah menceritakan takdir mengerikan seseorang yang seolah ditakdirkan terulang. Tanpa mereka sadari, mereka telah membangunkan sesuatu yang seharusnya tetap terkubur. Ketika mereka mencoba untuk berhenti dan melupakan semuanya, kejadian aneh terus menghantui mereka-seperti suara lonceng yang berdentang saat jam menunjukkan angka 13, atau sosok samar yang berdiri di belakang jendela kelas saat mereka bergegas pulang. Mereka harus mengungkap misteri ini sebelum semuanya terlambat, karena setiap malam yang berlalu, jumlah mereka semakin berkurang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines