Najwa Althafunnisa dan Dirgantara Algara Xasmillian dipertemukan secara tak sengaja di sebuah aplikasi. Dari obrolan kecil yang biasa saja, mereka semakin dekat, hingga akhirnya saling jatuh cinta. Hubungan mereka bertahan selama dua tahun, penuh dengan tawa, canda, dan perhatian yang tidak pernah setengah-setengah. Dirga, sosok lelaki yang selalu ada, yang mengajarkan Najwa tentang arti kebebasan, tentang bagaimana rasanya dicintai dengan usaha yang nyata.
Namun, takdir berkata lain. Tiga hari sebelum tahun berganti, Dirga mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan ke Padang untuk menemui Najwa. Ia dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis, sementara Najwa hanya bisa berdoa tanpa tahu bahwa keajaiban yang diharapkannya tidak akan pernah datang.
Di malam pergantian tahun, Najwa bermimpi mendapat kabar bahwa Dirga telah pergi-tepat pukul 08.00 pagi, di tanggal 1 Januari 2022. Dan ketika pagi tiba, kenyataan memeluknya dengan dingin. Mimpi itu bukan sekadar bunga tidur.
Cerita ini bukan hanya tentang cinta, tapi tentang kehilangan yang terlalu dalam. Tentang seseorang yang datang membawa kebahagiaan, lalu pergi meninggalkan luka yang tak tergantikan. Sebuah kisah yang akan membawa pembaca menyelami kebahagiaan, harapan, dan pada akhirnya, air mata yang tak terbendung.
Karena terkadang, cinta tidak hanya diuji oleh waktu-tetapi juga oleh takdir yang tak bisa ditawar.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang