Tangan Kanan Bapak

Tangan Kanan Bapak

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 9, 2025
Setelah kematian Ibu, kini giliran Bapak. Lalu setelah mereka, siapa selanjutnya? Aku berharap yang kualami ini hanyalah mimpi. Bahwa aku akan terbangun dari tidur dan menemukan diriku kembali dalam kehidupan yang dulu. Menjadi anak bungsu kesayangan Bapak, Ibu, dan Mbak Ayu. Hidup dalam rumah besar ini bersama para rewang yang selalu sigap, dengan aroma masakan hangat dari dapur dan tawa renyah yang memenuhi ruang tengah. Menjalani hari - hariku sebagai mahasiswi di Semarang, mengejar cita - cita yang Bapak impikan untukku. Sungguh, dulu kehidupanku terasa sempurna. Hingga semuanya berubah dalam sekejap. Aku ingin percaya bahwa semuanya akan berakhir di sini, bahwa tidak akan ada lagi yang harus menghilang. Tapi aku tidak bisa menipu diri sendiri. Aku tahu betul, ini belum selesai. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya Mas Fajar inginkan selain Mbak Ayu. Apakah semua ini hanya karena dia menginginkan Mbak Ayu... atau ada sesuatu yang lebih gelap yang dia cari? Setelah Mas Arjun menghilang secara tiba - tiba, Mbak Ayu berubah. Ia tidak lagi seperti dirinya sendiri. Kadang - kadang, aku menemukannya duduk di teras rumah, menatap jalanan gelap dengan pandangan kosong, bibirnya bergerak seolah berbicara dengan seseorang yang tak terlihat. Kadang-kadang, aku mendengar isak tangisnya dari balik kamar, bercampur dengan suara-suara aneh yang tak seharusnya ada di rumah ini. Entah dosa apa yang telah keluarga kami lakukan pada Mas Fajar hingga ia berbuat sejauh ini. Aku hanya bisa berharap, semuanya berhenti di aku dan Mbak Ayu. Tapi di lubuk hatiku, aku tahu... harapan itu terlalu naif. Ajeng, Desember 1997.
Todos los derechos reservados
#4
undip
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • It's World. (ON GOING)
  • A dan Z [LENGKAP]
  • MOANA AUDIA [ TERBIT ]
  • Diary Depresiku
  • STUCK
  • Inside Me [END]
  • Om Barra [TERBIT]
  • My Duchess / End
  • When I'am Loving You [On Going]

Risih. Itu yang dia rasakan sekarang, di umurnya yang masih terbilang sangat kecil itu, sudah sering sekali mendengar pertengkaran antara dua orang dia sayangi, yaitu, Ayah dan Bunda nya. Menangis? Tentu tidak. Dia hanya menatap dengan penuh tanda tanya di pikiran nya. Entah sampai kapan ini akan terjadi di kehidupannya. Pergi. Hanya itu yang kakak beradik itu pikirkan, pergi dari pertengkaran kedua orang tuanya. "Kita cerai!!! " Teriak Ayah seketika membuat mata kaka beradik itu melotot. "Oke kita cerai! Saya udah muak dengan kelakuan mas! Tapi, anak anak ikut dengan saya! " Balas Bunda tak kalah marah. "Gak yah! Gak bun! Kalian gak boleh cerai! Kalian masih punya anak kecil yang butuh kasih sayang! " Sela kaka tertua dari mereka bertiga. "Udahlah Farel! Lagian kamu bukan anak kandung ayah kamu ini, jadi gak usah ngehalang halangin dia! " Jawab bunda tidak mengalihkan pandangan nya. "Bunda kamu benar. Kamu tidak usah larang kami. Dan untuk Sayang, dia akan bahagia pastinya. " Jawab ayah penuh penekanan. "Bukan masalah kami berdua Bun, Yah. Marina sama kak Farel udah gede, bisa jaga diri. Tapi kalo Sayang? Dia masih dalam masa pertumbuhan. Dan Bunda. Aku, Sayang, sama Kak Farel emang beda bapak. Bukan berarti Kak Farel gak berhak larang kalian toh? " Jelas Marina hendak mengurungkan niatan kedua orang tuanya. "Kita akan tetap cerai! " Jawab Ayah yang di lajutkan kepergian nya. Apa yang ada dipikiran kalian? Sesuatu yang indah? Bahkan ini mimpi buruk yang ingin segera bangun dari tidur. Tapi apa? Ini keyataannya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido