Hexagon [Completed]

Hexagon [Completed]

Season 4 of 5
  • WpView
    Reads 1,711
  • WpVote
    Votes 226
  • WpPart
    Parts 134
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 27, 2026
[4th Season of Super Idol Series] [Heptagon Continuity] Setelah pertempuran panjang melawan Valthorne, Raisha kehilangan hampir semua orang yang ia sayangi. Kakaknya, Callie, tewas dalam pertarungan terakhir. Amanda, Indira, Lia, dan Ella juga telah pergi, meninggalkan dirinya dan Lyn sebagai satu-satunya yang tersisa. Valthorne masih berdiri tegak, dan dunia yang mereka tinggalkan tetap berjalan seperti biasa-seolah-olah semua yang terjadi tak pernah ada. Raisha berusaha melanjutkan hidup. Ia masuk ke dunia perkuliahan, menjalani rutinitas sebagai mahasiswa farmasi, sementara Lyn bersiap untuk meninggalkan negeri ini dan mengejar studi di luar negeri. Tapi di dalam dirinya, ada sesuatu yang terus bergolak-sebuah dorongan, sebuah pertanyaan yang tak bisa ia abaikan. "Andai aku dapat memutar waktu..." Tapi bagaimana jika ia benar-benar bisa? Saat tanpa sengaja menyentuh gelang kristal yang dulu mereka gunakan untuk bertarung, Raisha merasakan sesuatu yang berbeda. Ia menyadari bahwa kekuatan itu belum sepenuhnya hilang-bahwa ada celah dalam waktu yang mungkin bisa ia manfaatkan. Tak ingin membangkitkan harapan siapa pun, Raisha memilih untuk bekerja dalam kesunyian, meneliti sifat kristal tersebut, menguji kemampuannya dalam diam. Jika ada cara untuk kembali ke masa lalu, ia akan menemukannya. Jika ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya, ia tidak akan menyia-nyiakannya. Tapi semakin dalam ia menyelidiki, semakin jelas bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang membalikkan keadaan. Ini tentang memahami harga dari perubahan, tentang beban yang harus ia tanggung sendirian, dan tentang risiko yang mungkin lebih besar dari sekadar kehilangan orang-orang yang ia cintai. Jika ia benar-benar bisa mengubah takdir... Apakah ia siap menerima konsekuensinya?
All Rights Reserved
Series

Super Idol Series

  • KAMONEGIX [Completed]
    Season 1
    71 parts
  • Kamonegix [New Version]
    Season 2
    98 parts
  • Heptagon [Completed]
    Season 3
    136 parts
  • Season 4
    134 parts
  • SYNCHRONICITY
    Season 5
    15 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam | Hiatus
  • HANAHAKI DISEASE || IDOLISH7 [END]
  • Antagonis Bunda
  • Claret! || Fresha
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Heptagon [Completed]
  • Maybe Happy?✔
  • Written Into Reality
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )

Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines