Family Time

Family Time

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 21, 2025
rumah adalah istana, tidak bagi seorang Noah. rumah adalah jurang kehidupan. setiap noah menginjakan kaki di depan pintu rumah dia merasa seolah dirinya sudah berada di tepi jurang yang sebentar lagi akan terguling gulang jatuh kebawah sana, yang gelap, sepi, dan sendiri. suasana rumah Noah tidak seperti rumah rumah lain, rumah mewah ini bagaikan rumah kosong tak berpenghuni hanya dia sendiri terduduk sepi di sini setiap harinya. sesekali rumah ini akan ramai namun keramaian yang selalu menjadi beban Noah, keramaian yang di timbulkan keributan dari kedua orang tuanya entah mengapa selalu saja ada keributan tak perna ada balutan kasih sayang dan saling menyayangi di rumah itu. Noah akan lebih memilih sepi, sunyi dan sendiri ketika kedua orang tuanya sibuk dengan dunianya di banding kedua orang tuanya pulang hanya membawa pisau dan anak panah yang selalu siap meghantam tubuh Noah sebagai pelukan pertemuan.
All Rights Reserved
#85
kebohongan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • This Is Not My House
  • CEMARA
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • KATANYA CEMARA
  • ZeBara
  • 𝙓𝘼𝘾𝙄𝙀𝙍𝙔𝘼
  • Home?
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • RUMAH KITA

Mereka menyebutnya sebagai rumah, tapi bagiku ini hanya tempat dimana aku belajar bertahan, bukan tempat untuk aku kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines