Writing a One Reader Story

Writing a One Reader Story

  • WpView
    Leituras 10
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, mar 12, 2025
Ada satu pertanyaan yang sering terlontar, yaitu, ''Apa yang akan kamu lakukan dihidupmu?''. Banyak sekali opsi untuk menjawab pertanyaan ini, seperti, ''Aku? mungkin, lulus sekolah kemudian kuliah. '', atau, ''kayaknya bekerja sampai mati. '' dan, ''Jadi orang kaya?''. Secara umum aku bisa saja menjawab seperti itu, namun jika ditanya aku ambil opsi nomer tiga, walaupun sejujurnya aku ngga yakin. Setelah duapuluh tahun hidup, kehidupanku begitu abu-abu sampai tidak layak ditulis sebagai sebuah kisah menarik. Termakan cerita fiksi indah yang penuh adegan romantis kenyataannya tidak seperti itu. Dimana adegan dramatis tidak sengaja tabrakan dengan cowok? mana kisah romantis yang semanis gula sampai bisa-bisa diabetes? ayolah, nyatanya hidupku tak sesukses kata-kata motivator atau memiliki kisah romantis-semanis permen pada kebanyakan cerita klise yang cringe, yang ada tenggelam dalam bacaan komik korea, novel, dan lainnya layaknya nolep bila dipandang. Jadi, masih mau baca kisah tidak menarik ini?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • Back Then, I Was Just A Child!
  • Aku dan Anya [TAMAT]
  • More than 10 Years
  • Hidup Itu Lucu, Asal Jangan Nangis Duluan
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • Gula - Gula
  • SINDROM KANDAS MENAHUN [Akan Terbit]
  • He Is My Daddy [18+]✓

Kehidupanku biasa saja. Membosankan dan menyebalkan. Entah mengapa ibu-ibu kaum nyinyir melabeliku sebagai orang bermasalah. "Oke, aku kuat." Itulah yang berkali-kali aku tanamkan dalam benak. Kuat. Kesehatanku memburuk akibat kebiasaan hidup tidak sehat; begadang, telat makan, makan makanan rendah gizi, dan tambahan beban pikiran. Begitulah akhir kisahku, salah satu korban kerasnya kehidupan, berakhir. Sayangnya aku salah! SALAH BESAR. Aku justru terlempar ke dalam novel ciptaan temanku sebagai Laura. Aku tidak keberatan menjalani hidup kedua. Namun, beda cerita bila aku adalah si antagonis yang bahkan tidak memiliki aset bernilai jutaan. Izinkan aku hidup mewah! Mewah! Oke, lupakan mengenai hidup sebagai nona besar. Masa bodoh dengan plot, mengubah cerita, merayu tokoh utama, dan bersikap baik kepada Sarah, si FL. Berhubung aku menempati Laura ketika dia masih SMA, maka lebih baik aku mempersiapkan hidup di masa depan semapan mungkin. Dengan kata lain: Sayonara, wahai para tokoh mulai dari kelas kroco sampai kakap. Aku akan hidup mandiri dan silakan saling bunuh memperebutkan Sarah. Aku tidak peduli! Akan tetapi, semua karakter sepertinya ingin mengganggu rencana hidup mandiriku. Mulai dari FL yang ngotot ingin menolongku, ML justru menawariku aset senilai jutaan, bahkan Villain pun mulai berubah haluan mencari cinta. Pasti ada yang salah dengan mereka semua. Mereka aneh! ANEH. Oh tolong, tolong izinkan aku hidup damai. Oke?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo