antara takdir dan do'aa

antara takdir dan do'aa

  • WpView
    Reads 3,645
  • WpVote
    Votes 343
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 23, 2025
Nayla tak pernah benar-benar mengerti arti rumah. Sejak kecil, ia hidup dengan perasaan asing di tengah keluarganya sendiri. Namun, ia memilih mengabaikan perasaan itu-sampai takdir mulai membawanya pada jejak masa lalu yang terkubur. Pertemuan dengan Rafif bukan sekadar pertemuan biasa. Ada sesuatu di matanya yang seakan menyimpan kisah yang tak ia mengerti. Perlahan, rahasia demi rahasia terungkap. Tentang nama yang bukan miliknya, tentang keluarga yang tak seutuh yang ia kira, dan tentang sebuah doa yang pernah dipanjatkan bertahun-tahun lalu. Ketika takdir mulai menunjukkan kepingan kebenaran, Nayla harus memilih: menerima segalanya sebagai ketentuan Allah atau terus bertanya mengapa ia ditinggalkan. Namun, apa yang terjadi jika jawabannya justru lebih menyakitkan dari yang ia bayangkan?
All Rights Reserved
#4
sabar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ramadhan Terakhir, Nayla
  • Doa yang Tergantikan
  • Cinta dalam Doa
  • Garis Takdir [SUDAH TERBIT]
  • Takdir dua Nama
  • 07.37 Saat Aku Kehilanganmu
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • Melangkah Bersama Takdir Sarah
  • Doa yang tak terucap
  • Nikah Dulu, Jatuh Cinta Kemudian

"Aku tidak takut mati... Aku takut pergi tanpa sempat kembali pada-Nya." Nayla Adira selalu menjalani hidup dengan bebas, mengejar ambisi dan kesenangan dunia tanpa pernah benar-benar memikirkan akhirat. Hingga suatu hari, hidupnya berubah drastis-sebuah vonis dari dokter menyatakan bahwa usianya mungkin hanya tersisa beberapa bulan. Ketakutan akan kematian membuatnya menyadari satu hal bahwa ia belum siap bertemu dengan Tuhannya. Di tengah keterbatasan waktu, Nayla bertekad menjadikan Ramadhan ini sebagai yang terbaik dalam hidupnya. Ia mulai berhijrah, memperbaiki ibadahnya, menutup auratnya, berdamai dengan masa lalunya, serta meminta maaf kepada orang-orang yang pernah ia sakiti. Namun, perjalanan hijrah tak pernah mudah. Godaan dari lingkungan, rasa takut gagal istiqamah, dan ketidakpastian akan takdirnya menjadi ujian yang harus ia hadapi. Di saat ia merasa telah berdamai dengan segalanya, muncul sebuah pertanyaan yang terus menghantui, apakah Ramadhan ini benar-benar yang terakhir baginya? Sebuah kisah tentang harapan, penyesalan, dan kesempatan untuk kembali kepada-Nya. Karena selama napas masih berembus, tidak ada kata terlambat untuk berhijrah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines