The Last Law

The Last Law

  • WpView
    Membaca 0
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mar 10, 2025
WpInfo
Fiksi
Aksi dan Thriller
The Last Law (Hanya ada satu hukum: Bertahan atau mati.) Dunia telah berubah menjadi ladang kematian. Setelah perang nuklir meledakkan peradaban, yang tersisa hanyalah gurun radioaktif, reruntuhan kota yang sunyi, dan manusia-manusia yang saling menerkam demi setetes air. Tidak ada lagi negara, hukum, atau belas kasihan—yang ada hanyalah kekuatan dan kelicikan. Di tengah dunia yang hancur, Raine hanya punya satu tujuan: bertahan hidup. Tidak ada ambisi besar, tidak ada dendam atau misi penyelamatan—hanya dirinya, pisau di pinggang, dan insting yang selalu berbisik bahwa satu kesalahan bisa berarti kematian. Kelompok tirani menguasai sumber daya yang tersisa, menjadikan air lebih berharga daripada nyawa. Mereka adalah kelompok berdarah dingin, dan Raine jelas harus berhati hati agar terhindar dari kematian,tapi bayangan mereka selalu mengintai, siap merebut apapun yang bisa dipakai untuk bertahan hidup. Setiap hari adalah perjudian antara melawan, bersembunyi, atau melarikan diri. Namun, di dunia yang telah mati ini, sesuatu masih bergerak. Desas-desus beredar—tentang tempat yang belum tersentuh kehancuran, tentang sesuatu yang seharusnya tidak ada di dunia ini. Raine tidak peduli. Dia tidak ingin terlibat. Tapi saat hidupnya yang selama ini bersembunyi terguncang oleh peristiwa yang tak terduga, dia dihadapkan pada pilihan: tetap bertahan di bayang-bayang atau melangkah menuju sesuatu yang bisa mengubah segalanya. Di dunia tanpa hukum, berapa harga yang harus dibayar untuk tetap hidup?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Transmigrasi Arion Barendra [Hiatus]
  • Raven: A Vengeful Echo No God Erases
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • Promise
  • PURGATORI ARNOLD: KEABADIAN DALAM SIKSAAN
  • Dunia Alana
  • Isekai Islami : The Divine Rift
  • 𝐂𝐡𝐫𝐨𝐧𝐢𝐜𝐥𝐞 𝐨𝐟 𝐍𝐚𝐦𝐞𝐥𝐞𝐬𝐬 𝐆𝐢𝐫𝐥 (END)
  • Time Loop

⚠️pemberitahuan⚠️ "Kalo misalnya ada nama karakter yang sama dengan cerita yang lain, mohon maaf. Kalo semisalnya kalian kira saya meniru cerita orang, semua itu salah, saya membuat cerita ini dengan imajinasi saya sendiri. Jadi jangan langsung menyimpulkan kalo saya itu meniru cerita orang lain." * * * Mobil sport hitam itu meluncur di jalanan kota yang sepi, menembus malam dengan kecepatan sedang. Di balik kemudi, seorang pemuda bernama Arion Barendra Agastara, berusia 25 tahun, mencoba untuk menikmati ketenangan malam. Namun, ketenangan itu sirna saat beberapa mobil berjenis sedan hitam mulai mengikuti dari belakang. 'Yaelah, aku hanya ingin hidup dengan tenang, tapi kenapa selalu ada yang ingin mengincar nyawa ku?'. batin Arion, sambil menambah kecepatan mobilnya. Tiba-tiba, dari arah depan muncul dua kendaraan besar yang melaju kencang. Arion panik, membanting stir ke arah kanan, namun sebuah truk besar melintas di sebelah kanannya. Mobil Arion menghantam truk itu dengan keras. "A... apa... aku... akan m... mati?" ucap Arion, napasnya tersengal-sengal, tubuhnya mulai mendingin. Ia melihat sebuah bayangan mendekat, lalu pandangannya menjadi gelap. * * * Arion Barendra Agastara. Nama yang disegani di dunia mafia. Pemimpin mafia terbesar di Eropa, dan pemilik perusahaan 'A.B. Agastara', salah satu perusahaan terbesar di dunia. Ia dikenal sebagai sosok yang kejam, dingin, dan cuek. Arion adalah seorang 'Hacer', pejuang terkuat di dunia. Ia menguasai berbagai jenis senjata dan bela diri. Otaknya encer, pandai dalam strategi, dan selalu berhasil keluar dari berbagai kesulitan. Apa yang ingin terjadi selanjutnya? Apakah Arion akan hidup kembali? Ini ada yang mau diperbaiki jadi maaf klo ga nyambung, cerita nya blom selesai baru mau di revisi

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan