Story cover for BISUAN KURSI RODA by Mizzy_0107
BISUAN KURSI RODA
  • WpView
    Reads 1,164
  • WpVote
    Votes 267
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 1,164
  • WpVote
    Votes 267
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Mar 10
Abhizar Aziz El-Fatih, seorang pemuda berusia 21 tahun dia seorang pengidap kanker otak stadium 2. Memiliki trauma berat atas masa kecilnya membuat dirinya kehilangan arah hingga tak mempercayai akan adanya Tuhan. Disaat usianya 7 tahun ia mengalami kecelakaan yang membuat nya lumpuh permanen dan Ibunya yang kehilangan nyawa. 

Hal itu benar-benar mengguncang jiwa Bhizar, hingga menginjak dewasa, ia kacau, dan hancur akan tragedi masa lalu. 


*******************************

SPOILER : 


"KITA CERAI!" Bentak seorang laki-laki yang memakai setelan jas rapi, dadanya kembang kempis menahan amarah yang berkecamuk di dalam dirinya. Dengan langkah lebarnya ia keluar dari ruang keluarga.



***


"Biarin aja Mas, di gak bisa pindah tempat soalnya lumpuh, " dengan angkuh ibu-ibu pergi. 

Degh! 


***


"Bahkan saat gw lagi sama lo, mulut mereka gak bisa diem. Lo yang di puji, gw yang di hina, entah itu fisik yang gak sempurna atau masa lalu gw, "


******************************


Pada akhirnya Tuhan menakdirkan Bhizar bertemu dengan seorang pemuda yang digadang-gadang ustadz muda, ia benar-benar baik hingga membuat Bhizar berubah dan kembali memeluk agama Islam. Menjadi mualaf benar-benar tidak mudah ia harus mendapatkan cacian, makian, dan banyak lagi ujian. Hingga kerap kali penyakit yang ia sembunyikan kambuh. 


Penasaran dengan alur ceritanya bagaimana???? 



YUKKK JOIN BACAA! 
Maaf ya kalau masih banyak typo

Maaf juga kalau alurnya gk seru, ini karya pertama ku. 

WAJIB VOTE+KOMEN+FOLLOW

;) 🌹
All Rights Reserved
Sign up to add BISUAN KURSI RODA to your library and receive updates
or
#76kursiroda
Content Guidelines
You may also like
Kawin Kontrak? [COMPLETED] by bilqiss_
23 parts Complete
[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞
Bisikan Cinta Sepertiga Malam (On Going) by Mima_crst
12 parts Ongoing
Peringatan ⚠️ Cerita ini murni hasil penikiran Author, apabila terdapat kesamaan tokoh, latar, waktu, dll merupakan unsur ketidak sengajaan. Jadi mohon bijak dalam berkomentar, terimakasih. 🙏🏻 ____________________________________________ BLURB Terlahir dengan identitas berbeda membuat seorang gadis ceria dan energik seperti Asya berubah menjadi seorang gadis yang pendiam. Terlebih dengan latar belakang yang membuat semua orang merasa segan, membawanya kepada sebuah peristiwa mengerikan yang membekas dalam benak dan ingatannya. "Sungguh, tak ada satu pun manfaat bagiku menceritakan tentang diriku, karena sahabatku tak membutuhkan itu dan musuhku tak akan mempercayainya."_Asyareefa Sabeeq Eshal Al Alawiy Hidup di lingkungan yang kental akan ilmu dan nilai-nilai agama, menjadikan Asya yang memiliki trauma menjadi semakin membatasi pergaulannya, terutama terhadap lawan jenis. Bahkan Dia hanya dapat mempercayai beberapa orang sebagai sahabat di dalam hidupnya. Bertahun-tahun hidup Asya terasa damai dengan menyembunyikan identitas aslinya, hingga takdir menuntunnya kepada seseorang yang dapat menjungkir balikkan keadaanya. Seorang pria tak dikenal yang mampu membuat trauma itu kembali, namun pada saat bersamaan juga dapat membantunya terlepas darinya. "Saya bukanlah Muhammad yang dapat menjamin Surgamu, tapi Saya akan pastikan genggaman tangan ini tak akan pernah terlepas dalam ibadah menuju Ridho-Nya."_Akhtarazka Qeis Zaahirulhaq El-Ghifary _________________________________________ Bagaimana kisah mereka dalam menghadapi rintangan kehidupan ? Apakah kebahagiaan atau justru perpisahan yang menyambut di akhir kisah. Kuy, ikuti terus ceritanya, see you... ⊰ Jangan lupa vote, coment, follow dan tambahkan ke daftar pustaka untuk update terbaru ⊱ Start : Januari 2025 Finish :
You may also like
Slide 1 of 10
Kawin Kontrak? [COMPLETED] cover
Bayi Dosenku cover
Bisikan Cinta Sepertiga Malam (On Going) cover
Annam Al Abbiyan  cover
AL-GHAAZIY  cover
Mahligai Cinta [END]✓ cover
[1] Mahabbah di Tepi Zuhur [Sudah Terbit] cover
LUKA YANG DISEMBUHKAN  cover
Bersama Cahaya Bintang (✔) cover
RADAR KEMBALI [SELESAI] cover

Kawin Kontrak? [COMPLETED]

23 parts Complete

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞