Lost Pieces

Lost Pieces

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 19, 2025
Ketika batas antara kenyataan dan kenangan mulai kabur, aku dihadapkan pada pilihan yang tak lagi sederhana-menghadapi keluarga, menerima masa lalu, atau akhirnya berdamai dengan diri sendiri. Di tengah tuntutan untuk meneruskan bisnis keluarga, aku dihantui oleh ingatan yang tak utuh, kepingan masa lalu yang samar namun meninggalkan luka. Di antara harapan keluarga dan rahasia yang terkubur, aku harus menemukan keberanian-untuk memilih jalanku sendiri, untuk menerima kebenaran yang mungkin menyakitkan, dan untuk akhirnya berdamai dengan luka yang tak terlihat.
All Rights Reserved
#126
anaktengah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • unexpected
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • Noda dalam Cinta
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • Pamit Untuk Kembali ( END )
  • 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 𝐖𝐢𝐭𝐡 𝐘𝐨𝐮 | Serena

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines