Dalam jeda kita bertemu

Dalam jeda kita bertemu

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 19, 2025
Jia dan Zie dipertemukan secara tak sengaja lewat fitur random add di Snapchat. Awalnya hanya iseng, sekadar mencari teman bicara di tengah kebosanan. Tapi satu notifikasi berubah menjadi percakapan panjang, dan satu panggilan suara membuat mereka semakin terhubung. Jarak ratusan kilometer memisahkan mereka-Jia di Malaysia, Zie di Indonesia-tetapi tidak dengan hati mereka. Percakapan yang mengalir, perbedaan budaya yang menarik, hingga kebiasaan yang bertolak belakang justru membuat mereka semakin dekat. Zie yang agresif dan Jia yang penuh kehati-hatian menciptakan dinamika yang hangat sekaligus menggemaskan. Namun, seberapa jauh kata-kata bisa menggantikan sentuhan? Seberapa kuat suara bisa menggantikan kehadiran? Ketika perasaan mulai tumbuh, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa hubungan tanpa tatap muka adalah perjalanan yang tak mudah. Akankah suara di seberang tetap cukup? Ataukah jarak akhirnya memisahkan mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 74/366
  • Di Kota Tempat Kamu Berada
  • Cinta Halal Kita[On Going]
  • Disguise... [END]
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Lima Langkah
  • MY MOODBOOSTER FROM AFRICA
  • Five Meters To Many Thousands Kilometers
74/366

Arifah, yang dikenal dengan sikapnya yang ceria, mulai merasakan debar aneh setiap kali tatapannya bertemu dengan seorang adik kelas yang misterius. Pertemuan singkat di lorong sekolah, senyum samar, dan pesan singkat menjadi momen kecil yang menghangatkan harinya. Awalnya, itu sudah cukup baginya. Namun, perasaan itu perlahan tumbuh menjadi harapan akan kedekatan yang lebih nyata. Tanpa ia sadari, sang adik kelas masih terikat bayang-bayang masa lalu yang menciptakan jarak di antara mereka. Kini, Arifah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam hubungan tanpa kepastian, atau mundur sebelum perasaannya semakin dalam dan berujung luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines