Dalam jeda kita bertemu

Dalam jeda kita bertemu

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 19, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Jia dan Zie dipertemukan secara tak sengaja lewat fitur random add di Snapchat. Awalnya hanya iseng, sekadar mencari teman bicara di tengah kebosanan. Tapi satu notifikasi berubah menjadi percakapan panjang, dan satu panggilan suara membuat mereka semakin terhubung. Jarak ratusan kilometer memisahkan mereka-Jia di Malaysia, Zie di Indonesia-tetapi tidak dengan hati mereka. Percakapan yang mengalir, perbedaan budaya yang menarik, hingga kebiasaan yang bertolak belakang justru membuat mereka semakin dekat. Zie yang agresif dan Jia yang penuh kehati-hatian menciptakan dinamika yang hangat sekaligus menggemaskan. Namun, seberapa jauh kata-kata bisa menggantikan sentuhan? Seberapa kuat suara bisa menggantikan kehadiran? Ketika perasaan mulai tumbuh, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa hubungan tanpa tatap muka adalah perjalanan yang tak mudah. Akankah suara di seberang tetap cukup? Ataukah jarak akhirnya memisahkan mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Him? Big NO!!! [On Going]
  • Lovakarta
  • 74/366
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Lo Selingkuh, Gue Balas! ✓ (END)
  • Kita yang tak bisa bersama
  • MY MOODBOOSTER FROM AFRICA
  • TWO WORLDS, ONE HEART (IND VER)

_______________________________ WARNING!!! _______________________________ 18+ - Berbagi atap dengan sepupu mamanya yang hanya terpaut lima tahun mungkin terdengar biasa saja, tapi tidak bagi Kia. Kedatangan Iril, paman muda yang memiliki sejarah panjang dengannya, kini membawa kegelisahan baru. Bukan hanya karena tingkahnya yang masih sama menyebalkannya, tapi juga karena sikap Iril yang seringkali melewati batas. Kia berusaha menjaga jarak, tapi Iril selalu punya cara untuk mendekatinya---entah dengan sentuhan tiba-tiba, atau godaan yang sulit diabaikan. Di antara perasaan campur aduknya, Kia mulai bertanya-tanya: apakah sikap Iril hanya sekadar gurauan atau ada maksud tertentu di balik semua itu? Berdasarkan sikap Iril yang semakin di luar toleransinya, Kia pun berusaha membangun benteng tinggi. Berusaha agar tak jatuh cinta dengan pesona Iril yang semakin hari membuat perasaannya terasa ganjil. *** "Mas Iril itu aneh, mengakui perasaannya sama saja dengan menjebloskan diri dalam bahaya. Apalagi, kami tinggal dalam satu atap yang sama. Jatuh cinta sama dia? Tentu saja tidak. Langkahi dulu mayatku" >> Kiara Andira Pradipta ___________________________________ CATATAN: - Revisi bisa terjadi kapan saja. - Tidak ada jadwal update khusus, alias suka-suka saya. - Unpublish bisa terjadi kapan pun juga

More details
WpActionLinkContent Guidelines