Zazeya Kazelia dan Xalen Lexgara adalah pasangan kekasih yang saling mencintai, namun takdir tak berpihak pada kebahagiaan mereka. Saat hari pernikahan mereka tiba, Zazeya menghilang tanpa jejak, meninggalkan Xalen dalam kebimbangan. Dalam upaya menjaga kehormatan nama baik keluarga, Xagra Lexgara, putra pertama keluarga Lexgara sekaligus Kakak Xalen melangkah dengan berani, dengan menawarkan solusi yang tak terduga. Ia menawarkan solusi untuk menikahi sekretaris ayah mereka, seorang wanita cantik yang dikenal sebagai sosok profesional.
Namun, apakah sekretaris itu akan menerima lamaran yang mendadak itu? Dan apa yang sebenarnya tersembunyi di balik penawaran Xagra? Ketika perasaan dan kewajiban berperang, takdir mengubah arah cerita mereka secara tak terduga. Dalam perjalanan yang penuh ketegangan dan keputusan berat. Mereka dituntut untuk mengahadapi kenyataan, bahwa hidup tak selalu berjalan sesuai rencana.
Siapakah yang akhirnya akan berdiri di pelaminan? Apakah cinta yang telah terjalin di antara Zazeya dan Xalen? Atau justru lamaran Xagra? Atau mungkin, takdir Sang Kuasa?
Seorang pria anak pemilik pondok pesantren Watu Ireng di Semarang. Bukan juga seorang Gus karena ayahnya hanya sebagai pembangun berdirinya pesantren. Sifatnya yang tenang, kalem, penuh aura positif membuat banyak orang yang mengenalnya merasa nyaman.
Pria berdarah kental Jawa itu tiba-tiba saja melamar seorang wanita hanya karena alasan tidak sengaja menabraknya saat berjalan di lorong rumah sakit.
Sedangkan wanita yang ditabraknya ini baru saja melahirkan anak pertamanya yang lahir tanpa seorang Ayah dikarenakan ia hamil diluar nikah.
Akankah seorang Ammar Sahid Kashafa bisa menerima masa lalu seorang Azahra Zea Eyando? Lalu bisakah Zea menerima Ammar mengingat pria itu baru hanya sekali bertemu dengannya dan nekat melamarnya di rumah?
"Saya ingin mendidiknya, membimbingnya, menjadikannya lebih baik, dan menjadikan dia madrasah pertama untuk anak-anak nantinya." Ammar Sahid Kashafa.
Namun sebuah teror mulai bermunculan dan membuat rahasia Ammar terungkap secara perlahan lewat cara yang berbeda.
"Kalo hal ini membahayakan nyawa aku sama anak aku, lebih baik kita pisah, Mas!"
Teror yang membuat keluarga kecilnya mulai diselubungi ketakutan hingga Ammar sendiri kewalahan untuk menanganinya.
Rahasia apa yang telah dipendam Ammar hingga membuat Zea semurka itu? Akankah mereka bertahan? Atau justru banyak teror yang semakin menjadi hingga mengancam keselamatan keluarga mereka terkhususnya Ammar sendiri?