what's  going on behind my laught?

what's going on behind my laught?

  • WpView
    LECTURAS 33
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 1, 2026
setelah kepergian sang bunda, di balik tawa dan keceriaan yang ada di wajah ayara, ia memendam semua masalah yang ada. bundanya sudah tiada, ditambah sang ayah yang tidak lagi peduli kepada nya, membuat ayara semakin terpukul oleh keadaan. ayara memiliki tiga sahabat yang bisa dibilang rada-rada semua, tapi di balik itu merekalah yang selalu ada di saat ayara membutuhkan. "gue udah muakk sama masalah gue, apalagi ni tiga bekantan malah buat gue semakin muakkk dengan segala tingkah laku nya" Ayara "kenapa dah lu? ngomong sendiri kek orgil" Nasya "lu ngomong sama setan kah ra? lu punya indra ke 7? ih sereeemmm"Aulia "mana ada indra ke 7 njir ngawur luu"Tasya kan kan kan.... "oke cukup. di jual tiga bekantan, minus ga ada kandang nya doang selebihnya di jamin aman. minat? chat aja terimakasih" "eh busettt, gada akhlak lu ra etdahhh" "BODOO AMATTT" ⚠️ banyak kata KASAR ⚠️*baru pertamakali bikin cerita, maaf kalo masih banyak salah dan typo 🙏
Todos los derechos reservados
#491
bocah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Don't Talk About Money
  • ARBIAN [ ON GOING ] √
  • RION IS MY MANTAN!
  • the other side
  • AURORA
  • F A K E ? [End]
  • AIRA [On Going]
  • Albel
  • ARUNA STORY: Feel Again [Lengkap]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido