Nearest But Lost

Nearest But Lost

  • WpView
    Reads 879
  • WpVote
    Mga Boto 92
  • WpPart
    Mga Parte 39
WpMetadataReadKumpleto Sun, May 17, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Second Chance
Love Triangle
Setelah kecelakaan yang merenggut ingatannya, Zayna berusaha membangun hidup baru. Namun, tatapan Ghaza, atasannya yang misterius, membuatnya merasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Ketika kepingan-kepingan masa lalu mulai muncul, Zayna terjebak dalam pusaran perasaan yang membingungkan. Mampukah ia menemukan kembali cinta yang hilang, ataukah takdir memiliki rencana lain untuknya? Di balik glamor dunia kreatif Jakarta, Zayna harus memilih: mempercayai cinta yang pernah hancur atau melawan kebenaran yang bisa membunuhnya perlahan. Akankah masa lalu yang terpendam menyelamatkannya-atau justru menjadi petaka? Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, dan rahasia yang tak boleh terungkap.
All Rights Reserved
#956
officeromance
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Xagala
  • Lunch with Langga
  • Long Overdue [COMPLETED]
  • GAUNG HATI ✔
  • Melody is Love 2 [END]
  • LOVE FOUND REGARDLESS
  • Penyangkal Takdir
Xagala

Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman