Story cover for Bulan [End] by Bimasaktihuuis
Bulan [End]
  • WpView
    Reads 3,723
  • WpVote
    Votes 346
  • WpPart
    Parts 70
  • WpView
    Reads 3,723
  • WpVote
    Votes 346
  • WpPart
    Parts 70
Ongoing, First published Mar 12, 2025
"isn't the moon beautiful?" tapi aku bukan bulan yang selalu di pandang semua orang.

Aku  Luan Esmeray. Cewek yang merasa tidak cukup baik, tidak cukup cantik, dan tidak cukup berharga.

Orang bilang nama aku cantik,tapi hanya nama,bukan aku sendiri. Lagian siapa yang menyangka cewek penyakitan seperti aku ini cantik? Bahkan orang tuaku juga berpikir aku ini menyusahkan. Mereka tidak pernah memahami aku,melihat kelebihan aku.

Bulan menyinari kegelapan tapi tidak denganku. Aku merasa seperti bayangan yang selalu bersembunyi di balik cahaya bulan. Aku ingin sekali merasa berharga,merasa cantik,dan merasa di cintai. 
Sampai aku bertemu seseorang yang menganggap kehadiranku berarti. Seseorang yang membuat aku merasa tidak sendirian lagi.

Tapi, apakah cinta kita akan bertahan selamanya? Apakah kami akan selalu bersama, atau salah satu dari kami akan pergi? Aku tidak tahu, tapi aku berharap cinta kita akan menjadi cahaya yang menyinari kegelapan.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Bulan [End] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
BULAN (END) by iloveyoubyy
34 parts Complete
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020
You may also like
Slide 1 of 9
BULAN (END) cover
Epilog Tanpa Prolog cover
BEAUTY IS EVERYTHING cover
Sebuah Rasa cover
DESPERATE (COMPLETED) βœ” cover
DIARY DEPRESIKU cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End) cover
You Are Not Alone (Slow Update) cover

BULAN (END)

34 parts Complete

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020