Setelah peristiwa Venoras, dunia tidak pernah benar-benar kembali seperti semula. Tidak ada parade kemenangan, tidak ada kisah yang diwariskan. Yang tersisa hanyalah kehidupan yang berjalan... terlalu normal untuk sesuatu yang pernah hampir hancur. Segala sesuatu tentang dunia fantasi, tentang sihir, perang, pengorbanan, lenyap tanpa jejak, seolah tidak pernah ada.
Zerobaseone kini hanya terdiri dari mereka berlima. Empat anggota lainnya pergi, meninggalkan celah yang tidak bisa dijelaskan dengan alasan kontrak atau pilihan karier.
Tanpa peringatan, tanpa pola, tanpa logika yang bisa dipahami-sebuah meteor raksasa muncul dari langit dan menghantam bumi. Bukan sekadar bencana, melainkan awal dari kehancuran berantai. Siaran berita berubah menjadi satu suara yang sama: kiamat.
Namun di tengah puncak kekacauan itu, tepat ketika dunia tampak akan benar-benar runtuh, sesuatu yang lebih mengerikan terjadi. Segalanya... berhenti.
Dan di tengah dunia yang membeku itu, hanya lima orang yang masih bergerak.
Hanbin, Jiwoong, Gunwook, Matthew, dan Taerae. Dan kemudian... sesuatu datang.
Bukan dari kejauhan. Bukan dari arah tertentu. Tubuhnya penuh luka, pakaiannya koyak, darah mengalir dari tempat-tempat yang seharusnya tidak mungkin masih hidup. Mata itu. Mata yang mengenali mereka. Namun bagi kelima anggota itu, wajah dia hanyalah wajah asing.
Ia mengatakan bahwa apa yang mereka lihat bukanlah akhir. Kutukan telah dijatuhkan.
Bukan oleh manusia. Bukan oleh makhluk yang pernah mereka kenal. Melainkan oleh sesuatu yang datang dari luar semesta, seorang penyihir yang bahkan dunia sihir sendiri tidak mampu pahami sepenuhnya.
Dalam satu bulan, semua akan mati.
Kecuali... Jika seseorang yang terpilih mampu membawa kembali sehelai daun dari Pohon Kelimpahan.
Zero : One Leaf
Sebuah kisah tentang dunia yang telah berhenti, takdir yang saling bertabrakan, dan lima jiwa yang berjalan menuju kemungkinan paling sunyi: bahwa keselamatan mungkin bukan bagian dari cerita ini.
All Rights Reserved