Menggenggam Lara

Menggenggam Lara

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 23, 2025
Prolog Elle tumbuh dengan banyak tuntutan-tidak dalam bentuk teriakan atau hukuman, tetapi dalam diam yang membuatnya terikat. Ibunya tidak pernah marah, tetapi kata-katanya selalu terdengar seperti petunjuk yang tidak bisa diabaikan. Elle harus begini, harus begitu. Harus jadi anak yang baik, harus bertanggung jawab, harus mengambil pilihan yang tepat-bukan menurutnya, tapi menurut ibunya. Adik bungsunya, satu-satunya yang bisa menikmati kasih sayang tanpa beban, tumbuh dengan manja. Tidak salah, karena ia memang anak bungsu, dan Elle selalu tahu perannya: menjadi yang kuat, yang dewasa, yang memahami segalanya. Maka, ketika Marvin datang dengan senyum dan perhatiannya yang hangat, Elle ragu. Bukan karena ia tidak pernah merasakan cinta, tetapi karena ia tidak tahu bagaimana rasanya dicintai tanpa harus membuktikan dirinya pantas untuk itu. Acha, sahabatnya yang selalu tenang dan logis, sering berkata, "Nggak semua orang datang buat nyakitin, Elle." Tapi bagaimana kalau kali ini Acha salah? Bagaimana kalau Marvin, dengan segala kesempurnaannya, hanya akan jadi luka lain yang harus ia tanggung? Elle tidak tahu jawabannya. Yang ia tahu, perasaan yang perlahan tumbuh ini bukan sesuatu yang bisa ia kendalikan-dan itu menakutkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • But I'm also tired
  • Happiness [End]
  • Terperangkap di dalam rasa yang salah
  • No preasure.
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Always, Almost
  • dear happiness
  • Rayhan: sebelum hati berani pulih

Luka dibalas maaf itu emang gak adil tapi, apakah orang yang melakukan kesalahan tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk kedua kalinya? Apakah harus menunggu akhir dari cerita baru mereka membuka hati untuk membela? akankah rumah sakit tempat terakhirnya untuk berpulang atau menunggu rumah dengan kehangatan dan lukanya yang mendalam? 🥀 Lo gak akan pernah tau gimana rasanya jadi anak sulung yang harus mengalah demi Adek-adek Lo , dan harus disuguhkan tanggungjawab yang besar di usia mudanya - Sagara - Gimana sih rasanya jadi anak yang dituntut harus sempurna seperti kakanya,dan harus melampaui lebih dari adeknya.gw cuma mau bebas - Ezra - Gw juga gak mau membencinya tapi, karena dia gw harus kehilangan malaikat tak bersayap itu - Revan - Wajahnya aja gw gak tau bang tapi kalau benar itu semua salah gw , kalau pun bisa gw bakal minta sama Tuhan buat gak dilahirkan ke dunia aja - Raffael -

More details
WpActionLinkContent Guidelines