Cinta Seluas Samudra

Cinta Seluas Samudra

  • WpView
    Reads 440
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 12, 2025
Hati Samudra pernah sangat patah ketika cinta masa kecilnya lebih memilih pria lain ketimbang menerima cinta dari seorang sahabat. Di perjalanannya, ia berhasil menemukan seorang wanita yang bisa menyembuhkan luka patah itu. Hubungan keduanya begitu serius, bahkan berencana menikah dan membangun keluarga setelah pendidikan dokter spesialisnya selesai. Ternyata, kenyataan berkata lain. Hatinya kembali dipatahkan. Wanita yang dipikirnya akan menjadi rumah untuk pulang saat dirinya merasa lelah dan merasa dunia terlalu menuntut justru mengkhianatinya. Ia yang diharap-harap menjadi rumah lebih memilih kabur dengan cinta di masa lalu dan meninggalkan Samudra nestapa seorang diri. "Sa-saya hamil." Samudra tak pernah menyangka kesalahan yang dibuatnya justru akan menjadikannya seorang ayah. Benihnya bersemayam di rahim wanita yang baru ditemuinya. Samudra telah merusak masa depan seorang wanita dengan merampas hal yang begitu dijaga. Runtuh sudah. Ia sudah tak ada bedanya dengan sang ayah! Samudra yakin perbuatannya akan sangat menyakiti bundanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Blooming Lady [completed]
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • Rasa Dalam Sujudku
  • SAMUDRA CINTA 2 √ THE END ( SUDAH TERBIT MENJADI BUKU )
  • SAMUDRA
  • Aku Kamu Dan Jarak
  • Liku Rasa
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu

"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi istri dari lelaki yang menatapnya seperti beban. Ia hanya gadis biasa, yang jatuh terlalu dalam pada laki-laki yang patah dan tak ingin diperbaiki. Pernikahan mereka tak dibangun dari cinta, tapi dari kesunyian yang tak diucapkan, dari janji-janji yang tak pernah dibuat, dan di dalam rahimnya, tumbuh seorang anak yang mungkin tak pernah dirindukan ayahnya. Di balik keheningan rumah yang dingin, di antara senyum pura-pura dan malam tanpa pelukan, Liana menulis surat-surat untuk anaknya. Ia tahu, dunia tak akan memberinya bahu untuk bersandar tapi ia ingin sang anak lahir dari seorang ibu yang pernah mencintai sepenuh hidup, meski dicintai tak pernah jadi bagiannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines