Life And Death

Life And Death

  • WpView
    Reads 191
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Tuhan, aku bunuh diri bukan karena aku sudah bosan hidup. Tapi karena aku ingin mengakhiri rasa sakit dan beban yang sudah menggebu-gebu dalam hati. Jika jiwa ku tak Kau terima, bisakah Kau mengambil rasa sakit dan beban ini dalam hidupku? Dan izinkan aku mengulang kembali hidup yang tidak ingin ku lanjutkan ini". NB: "Cerita ini berisi tentang tingkat depresi orang. Beberapa chapter ada yang berisi sisi baik & sisi buruk. Sebagai penulis, aku harap, kalian bijak dalam mengambil keputusan dan hal rasional di cerita ini. Terimakasih sudah mampir".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • ALSTARAN [END]
  • ANAK YANG DI LANGGAR
  • Rainie ( END )
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • Paradise
  • YOU'RE (NOT) MINE--Completed
  • J E S I S C A
  • Duka Devara
  • Love Is Scratched Wound || Cinta Tergores Luka

[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines