bloody vision

bloody vision

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 12, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Kael lahir dengan "Blood Vision", kemampuan yang membuatnya bisa melihat kematian siapa pun hanya dengan menyentuh benda atau tempat yang berhubungan dengan kematian itu. Sejak kecil, ia dihantui oleh visi mengerikan yang bahkan membuatnya sempat mengira dirinya gila. Tapi sekarang, ia telah menjadikan kemampuannya sebagai senjata-membantu kepolisian mengungkap kasus yang mustahil terpecahkan. Namun, semuanya berubah saat ia menangani Kasus Red Veil-serangkaian pembunuhan brutal yang terjadi 30 tahun lalu. Saat ia menyentuh barang bukti terakhir, ia melihat sesuatu yang seharusnya tidak mungkin: dirinya sendiri berdiri di tempat kejadian, menatap langsung ke mata si pembunuh. Bagaimana bisa ia ada di sana, padahal ia belum lahir? Siapa sebenarnya pelaku Red Veil? Dan yang paling penting... mengapa pembunuhan itu mulai terjadi lagi? ---
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I just want to die
  • Jejak Di Bawah Bulan Sabit
  • VALEN and The Guide of Shadow
  • KAELVOSS - Velvet Trap
  • Grell to the past
  • The White Room
  • Detective Vina

Kael tidak pernah percaya pada takdir-apalagi fiksi. Tapi setelah mendengar temannya meracau tentang sebuah novel fantasi buruk berjudul "Chronicles of the Crown", ia justru terbangun di dunia itu. Parahnya lagi, ia berada dalam tubuh Kevalen Kazharia-seorang tokoh minor yang dicap pengkhianat dan ditakdirkan mati di usia 28 tahun. Sebuah sistem aneh muncul, memberi satu penjelasan: "Jika kau ingin kembali ke duniamu, maka kau harus mati." Tapi setiap kali ia mencoba mengakhiri hidupnya, nasib malah memelintir keadaan: ia menyelamatkan seorang anak, menggagalkan kudeta, menyatukan kerajaan, dan kini... dianggap sebagai harapan umat manusia. Dengan waktu yang terus berdetik menuju tanggal kematiannya, Kael-yang kini menjadi Kevalen-berusaha mempercepat akhir. "Aku hanya ingin mati!! Kenapa susah bangeet?!!!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines