Tiga Detik

Tiga Detik

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 12, 2025
"Waktu mungkin berhenti, tapi kenangan tentang kita akan terus hidup." Sheila selalu sibuk, seolah takut jika berhenti, ia akan tenggelam dalam kekosongan. Arsanu selalu tersenyum, seakan dunia ini tidak pernah benar-benar menyakitinya. Dan Zaydan? Dia hanya ingin menjaga keduanya, meski tahu tidak semua bisa ia lindungi. Takdir adalah hal yang paling tidak bisa ditebak. Beberapa pertemuan berakhir terlalu cepat, beberapa janji tinggal sebagai kenangan. Namun, ada yang tidak pernah benar-benar hilang-karena beberapa orang meninggalkan sesuatu yang lebih dari sekadar ingatan.
All Rights Reserved
#105
friendships
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ZAWIL
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • Dilema (On Going)
  • Cinta Anggara(END)
  • From a friend to lover?
  • Friendzone
  • Lukisan Amerta Anyura
ZAWIL

Zawil Arzendra adalah remaja cerdas yang menyimpan banyak misteri. Sebagai pewaris perusahaan terbesar di Jakarta, hidupnya telah digariskan-meneruskan kerajaan bisnis sang ayah. Tapi di balik semua itu, Zawil menyimpan mimpi yang tak pernah didukung siapa pun... bahkan oleh orang tuanya sendiri. Sementara itu, Azura Xaviera, sahabat masa kecilnya, tumbuh menjadi gadis ambisius yang terlihat percaya diri dan berani mengambil risiko. Namun, tak ada yang tahu bahwa di balik senyum dan prestasinya, Azura hidup dalam bayang-bayang kakak-kakaknya. Ia terus dibandingkan, dituntut, bahkan tak diberi ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Zawil dan Azura saling memahami-dua jiwa yang terluka, saling menjadi tempat bernaung. Tapi waktu dan takdir memisahkan mereka. Zawil harus memilih warisan keluarganya, dan Azura harus bertahan seorang diri dalam dinginnya ekspektasi. Kini, mereka kembali dipertemukan di bangku SMA. Rasa yang dulu pernah tumbuh masih tersisa, namun luka lama dan ambisi pribadi menghalangi segalanya. Dalam pusaran cinta, impian, dan luka keluarga... mampukah mereka melawan takdir? Atau harus kembali merelakan segalanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines