Garis Takdir Cintaku

Garis Takdir Cintaku

  • WpView
    Reads 934
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 22, 2025
Dulu, aku percaya bahwa cinta cukup untuk membuat dua orang tetap bersama. Tapi ternyata, cinta saja tidak pernah cukup. Jika aku bisa memilih, aku tidak ingin mencintainya begitu lama hanya untuk akhirnya berpisah. Tapi hidup tidak pernah memberi kita pilihan yang mudah, bukan? "Maaf, kita nggak bisa lanjut," kataku waktu itu. Tapi saat kata-kata itu keluar, justru hatiku sendiri yang hancur lebih dulu. Aku melihat matanya yang penuh tanda tanya, seakan ingin bertanya kenapa. Tapi kami sama-sama tahu jawabannya. Bukan karena kita berhenti mencintai, tapi karena restu yang tak pernah ada. Kini, aku duduk di depan cermin, mengenakan gaun putih yang begitu indah. Tapi di dalam hatiku, segalanya terasa bercampur aduk-bahagia, tak percaya, dan entah apa lagi. Aku tersenyum, tapi ada satu pertanyaan yang terus menggantung dalam pikiranku. Benarkah ini takdir terbaik untukku? Sudahkah aku benar-benar melepaskannya dari hatiku?
All Rights Reserved
#583
takdir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • Another Me
  • When Love is Breaking
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Fate at the Edge of the sword
  • SECOND LEAD
  • Backstreet
  • Regrets of Love

"Hari ini, aku akan berhenti. Aku bangga pada diriku, aku tidak melakukan sesuatu yang berlebihan lagi. Ulang tahunnya tak terasa spesial bagiku. Tidak ada keinginan untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuknya. Rupanya kamu selalu berhasil mendorongku menjauh. Aku pernah, menginginkan kabar darimu. Aku pernah ingin menjadi orang paling penting dalam hidupmu. Aku ingin menjadi yang utama dan pertama. Tapi, sejak kemarin, aku tahu sesuatu. Aku tahu bahwa chatmu denganku hanya dilakukan diwaktu luang." Raya mencintainya, dalam diam selama 4 tahun lamanya. Namanya Tio, sayangnya teman yang kemudian menjadi sahabatnya itu lebih memilih mengejar Vira. Bukan tak mengetahuinya, Tio tahu bahwa Raya menyukai dirinya, namun ia memilih untuk berpura-pura tidak tahu. Tidak pernah terlintas dalam benak Tio untuk membalas perasaan Raya, sedikitpun dia yakin dirinya tidak menyukai Raya. Bagaimana jika Raya mulai menjaga jarak dengan Tio? Bagaimana jika Raya sudah tidak bisa merasakan perasaan sayang untuk Tio? Akankah ceritanya jika suatu saat keadaannya berbalik?

More details
WpActionLinkContent Guidelines