Cinta bukan yang pertama kali datang di antara mereka. Tapi luka, sunyi, dan pengabaian yang tidak pernah benar-benar pergi.
Lara dibesarkan dalam diam yang dipaksa, dalam luka yang diwariskan, serta dalam hidup yang mengajarkannya untuk tidak pernah berharap apa-apa.
Sedang Mahadewa, adalah pria yang telah kehilangan cahaya sejak lama, terlalu dingin untuk disentuh, terlalu remuk untuk kembali percaya, juga terlalu rusak untuk dicintai.
Pernikahan mereka tidak dimulai dengan cinta, tidak lahir dari kasih tapi sebuah kewajiban. Juga merupakan pertarungan diam-diam untuk saling menyakiti.
Namun dalam ruang yang sama di antara detak jam yang berjalan tanpa suara, lewat sentuhan juga hasrat yang mulai menyelinap, rasa mulai tumbuh di waktu dan tempat yang tidak semestinya. Di balik dinding bisu dan permainan semesta, mereka selalu saling mencari dan menemukan.
Lalu saat masa lalu datang menagi, dan mereka saling kehilangan satu sama lain, akankah perasaan yang tak pernah sempat diucapkan itu cukup untuk menyelamatkan mereka? Apakah perasaan yang tak pernah diberi nama akan kembali membawa mereka untuk saling menemukan?
Atau mereka memang ditakdirkan hanya untuk saling melukai, lalu kehilangan.
--
WARNING⚠️⚠️
18+
Terdapat adegan seksual, kekerasan, abusive dan mental illnes.
Mohon bijak dalam memilih bacaan
Pernah nggak, kamu berpikir untuk melarikan diri? Jika ada satu hari dimana kamu memegang kuasa penuh untuk mampu meninggalkan segala urusan pelik dunia-yang semua orang tau bagaimana beratnya itu-untuk beristirahat.
Khusus di hari itu kamu bisa melepas kekhawatiran tentang orang lain, dan khusus di hari itu kamu memanjakan diri kamu dengan 86.400 detik yang kamu punya, hanya untuk dirimu sendiri.
Sebab kali ini, seorang perempuan yang kerap dipanggil Dara oleh orang-orang di sekitarnya sedang ingin menjalankan hari semacam itu. Hari dimana tanpa khawatir, dia bebas memutuskan apa saja yang hatinya inginkan.
Dara ingin meninggalkan rasa bersalah pada cinta pertama sekaligus patah hati pertamanya sang pemilik nama Adirangga, dengan sebuah rencana impulsif.
Dara ingin menghindar dari Sangkara sahabatnya, dengan ide liar ia bahkan meminta pertolongan (lagi) kepada pria bernama Gio yang baru ditemuinya.
Dan tanpa Dara sadari, rencana awalnya untuk menjalankan satu hari miliknya sendiri itu, malah ia bagi dengan sosok asing. Sebab, ada yang tidak biasa dari Gio yang ingin Dara cari.
###