Hening di Tengah Riuh

Hening di Tengah Riuh

  • WpView
    Reads 227
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 25, 2025
Cerita ini berkisah tentang seorang dokter bedah yang sangat mahir, yang tiba-tiba memasuki novel berjudul Waiting for You. Novel tersebut menceritakan tentang Duke Sebastian De Herhart, seorang pria kejam dan haus darah yang tergila-gila pada sahabat adiknya, Putri Mahkota Ruby adri flory. Ruby menjadi target obsesi gilanya, seseorang yang ingin ia miliki sepenuhnya, tanpa peduli apakah itu melalui cinta atau paksaan. Beruntungnya, dokter itu hanya menjadi figuran dalam cerita ini. Ia kini berada dalam tubuh Sephina, anak dari Paulus Suci alias Pendeta Agung-seorang karakter kecil yang hanya disebutkan sekilas dalam novel. Sephina diceritakan memiliki hubungan dengan Duke Sebastian saat masih bersekolah di akademi tingkat atas kebangsawanan, sebelum debut resminya di dunia sosial. Namun, hubungan mereka berakhir dengan sangat buruk karena sebuah pengkhianatan yang dilakukan Sephina terhadap Sebastian. Setelah peristiwa itu, Sephina menghilang dari cerita dan tidak pernah muncul lagi. Statusnya hanya sebatas figuran tanpa peran penting dalam alur utama. Mengetahui hal ini, Sephina merasa lega-ia tidak berniat sama sekali untuk mencampuri kisah cinta gila pemeran utama, apalagi berurusan dengan Sebastian. Yang harus ia lakukan sekarang adalah menjauh sejauh mungkin dari pria berbahaya itu dan memastikan dirinya tidak terseret dalam tragedi yang sudah tertulis dalam novel.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines