Remnants of Amsterdam

Remnants of Amsterdam

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 16, 2025
Remnants of Amsterdam Di antara jalanan basah Amsterdam, di bawah temaram lampu-lampu kanal, Gadis Asturysa mencari ketenangan yang tak pernah benar-benar ia temukan. Jordaan menjadi tempatnya melarikan diri-menyelipkan rindu dalam sunyi, menyembunyikan luka di antara deru waktu. Kenzino Abrayana adalah rumah yang tak bisa ia miliki, takdir yang tak bisa ia genggam. Mereka saling menatap dalam diam, saling mengingat dalam bisu. Namun, kenyataan tak pernah berpihak pada mereka. Harapan yang pernah mereka tuliskan bersama tersimpan dalam sebuah tumbler-kenangan yang tak lekang oleh waktu. Tapi waktu terus berjalan, dan Gadis, seperti angin Amsterdam yang dingin, perlahan memudar. Di ribuan hari setelahnya, apakah cinta yang tak pernah diucapkan akan tetap bertahan? Atau justru tenggelam bersama sisa-sisa yang ditinggalkan Amsterdam? * * * Warning Remnants of Amsterdam adalah karya fiksi original. Kesamaan nama, tempat, atau kejadian dengan cerita lain adalah ketidaksengajaan. Cerita ini masih on-going, berkembang seiring waktu. Harap menikmati setiap lembarannya dengan hati-hati-karena tidak semua cinta menemukan jalannya.
All Rights Reserved
#874
heartbreak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • All Out of Love
  • Thorns of Obsession [END]
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • L'amour à Batam (Hiatus)
  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  •  DISTANCE OF LONGING [ END ]
  • ARGANTA.
  • KEANSHA [Hiatus]

Young-adult | TAMAT 🐳 [I need you, because I love you] Barrabas Mahesa. Lelaki itu kerap disapa dengan sebutan Barra. Ia berkarisma, lebih dari sekadar tampan, dan hidup dengan baik di tengah keluarganya yang harmonis. Namun, sikap Barra di luar dugaan. Ia begitu pelik. Bagi Barra, kehilangan Ashilla Ainina Gardiawan sudah cukup membuat dunianya berhenti berputar. Itu sebabnya, Barra tidak ingin lagi mencintai lawan jenisnya. Namun, nafsu tetaplah nafsu yang seakan selalu ingin dipuaskan. Atta sebagai papa Barra tentu tidak terima dengan perlakuan anak laki-lakinya yang setiap harinya selalu bergonta-ganti pasangan. Maka dari itu, Atta menjodohkan Barra dengan Killa. Akilla Ainina Gardiawan hanyalah satu dari sekian banyak perempuan yang Barra temui. Namun, justru hanya Killa yang terbayang dalam pikirannya. Apalagi, sentuhan lembut dari Killa yang membuat Barra tidak bisa melupakan perempuan itu barang sedetik pun. Meskipun, Killa adalah perempuan yang paling Barra benci di dunia ini. Entah mengapa Barra masih sering memerhatikan Killa secara diam-diam. Bagi Killa, Barra adalah malaikat tidak bersayap yang menjelma sebagai sosok manusia. Sebab, Barra-lah yang membuatnya masih tetap hidup di dunia ini. Dan Killa adalah penyebab kehidupan Barra menjadi gelap gulita. Di saat dendam bercampur amarah yang kian memekatkan itu kembali hadir di antara keduanya, bisakah semua itu musnah karena adanya cinta yang mulai tumbuh? "If you leave me, then I will never let you go." -Barrabas Mahesa- "Jika bisa... jika aku mampu... jika aku sanggup... aku akan pergi meninggalkanmu." -Akilla Ainina Gardiawan- Semua karena cinta. Sesuai dengan judulnya, ya. Mau baca? Silakan. Terimakasih :| "Kita sama-sama terus, ya, kayak sepatu. Meskipun, nantinya kita nggak bisa selalu bersama aku ingin kita tetap seirama. Tetap berada di jalur yang sama." -Barrabas Mahesa

More details
WpActionLinkContent Guidelines