Apa itu cinta?
Cinta bisa berarti banyak hal.
cinta kepada keluarga, kepada sahabat, kepada seseorang yang berharga, dan lain sebagainya.
Namun, bagaimana jika cinta itu muncul bukan karena seseorang, melainkan karena diri sendiri?
Atau lebih tepatnya... karena membenci diri sendiri?
Azrel terjebak dalam perasaan yang tak bisa ia jelaskan. Ia melihat sesuatu dalam diri Elki sesuatu yang familiar, sesuatu yang ia inginkan, sesuatu yang ia harapkan. Tapi semakin dalam ia mencari jawaban, semakin nyata kebenaran yang tak ingin ia hadapi.
Lalu, jika cinta hanyalah refleksi... apakah ia benar-benar nyata?
Refleksi mengisahkan perjalanan batin seorang remaja, Azrel, yang bersekolah di sebuah asrama. Azrel, yang terlihat tenang dan introvert, mulai terjebak dalam konflik emosional dan pikiran yang tak terpecahkan setelah berinteraksi lebih dekat dengan temannya, seorang anak yang ceria dan penuh energi. Seiring berjalannya waktu, Azrel menyadari bahwa dirinya terperangkap dalam ilusi yang dia ciptakan, yaitu menganggap dirinya mencintainya, padahal yang dia rasakan hanyalah cermin dari dirinya sendiri. Novel ini berfokus pada pencarian jati diri, konflik batin, dan pencapaian kesadaran diri yang mendalam, mengungkap bagaimana harapan dan kenyataan bisa saling bertabrakan dalam kehidupan seorang remaja.
Mentari, gadis lugu yang dibodohi oleh rasa cintanya. Ia yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta dengan bodohnya memberikan hal paling berharga kepada seseorang yang ia cinta dengan iming-iming yang sangat meyakinkan. Namun, setelah perbuatan mereka menghasilkan hasil, mengapa banyak alasan dari si Pria untuk bertanggungjawab?
Seharusnya sejak awal Mentari sadar, pria seperti Raga tidak mungkin mau dengannya yang berstatus siswi biasa saja. Mereka bahkan sebelumnya tidak pernah bertemu sapa.
▪▪▪▪▪▪
[Imajinasi Sendiri, tidak menjiplak karya siapa pun. Gambar by pinterest]
[Semua hal negatif dalam cerita tidak untuk ditiru. Ambil sisi positifnya.]