AKU VS DIRIKU

AKU VS DIRIKU

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 13, 2025
Judul: "Aku vs Diriku" Deskripsi: Aku selalu merasa sendirian. Sejak kecil, aku hanya punya ibu, tapi takdir merenggutnya dariku. Aku masih ingat jelas-aku yang terakhir memberinya makan, aku yang disalahkan atas kepergiannya. Sejak itu, dunia terasa asing, rumah tak lagi terasa seperti rumah. Aku mencoba bertahan, menyibukkan diri, mencari arti dari semua ini. Tapi semakin aku berlari, semakin aku tenggelam dalam perasaan gagal. Aku berperang dengan diriku sendiri-antara ingin terus hidup atau menyerah saja. Hingga akhirnya aku bertanya, adakah tempat di dunia ini untuk seseorang sepertiku?
All Rights Reserved
#247
selflove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]
  • Di Balik Nama Zella
  • RUANG KELABU  [TAMAT]
  • Dersik.
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • ALVIN (On Going)
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Karena Aku Tidak Ingin Hilang Tanpa Arti
  • Perfect is illusion

[Trigger / content warning: domestic violence, self injury, negative vibes] Sejak di-PHK, Ayah berubah 180 derajat. Ladin tidak lagi melihat sosok wibawa pada ayahnya karena yang dilakukan Ayah sekarang hanya marah-marah, judi, dan mabuk. Ibu akhirnya harus menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga karena Ayah enggan kembali bekerja. Ladin bukan termasuk orang pendiam, tapi sejak dulu ia tidak pernah menyuarakan emosinya. Oleh karena itu, melukai tubuh kerap kali dijadikannya jalan pintas untuk menuntaskan emosi. Tidak ada ruang untuk Ladin dapat bercerita. Dunia terlampau sibuk hingga tak berkenan mengurusi perempuan kecil yang bukan siapa-siapa. ----- "Katanya, beberapa mahasiswa psikologi itu lagi berobat jalan?" ----- Cerita ini adalah fiktif. Background cover credit to owner (I am sorry because I can't find the artist)

More details
WpActionLinkContent Guidelines