Alegra masuk ke mention pribadinya. Ia sangat lelah hari ini, urusan mengurus perusahaan sangat lah melelahkan. Ia membuka pintu, saat ia hendak meletakkan sepatu di rak, ia melihat ada sepatu combat berwarna hitam. Alegra sangat tau siapa pemiliknya, tentu saja Yesha. Alegra buru buru masuk untuk melihat Yesha.
"Hai, kok baru pulang?" tanya Yesha seraya mendekati Alegra.
"Lembur bentar tadi.. tumbenan lo kesini? emang ngga sibuk?"
"emang ngga boleh ya gua kesini?"
"Bolehh... kan gua cuma nanya.. biasanya kan lo jam segini masih nugas, kan?"
"Ohh, jadi lo ngga seneng kalo gua pulang cepet? Oke kalo gitu" . Yesha ngambek pada Alegra dan mencoba untuk pergi dari mention, namun tangannya berhasil ditahan oleh Alegra lebih dulu.
"mau kemana?" ucap Alegra sambil memeluk Yesha dari belakang.
"Hmh! mau pulang!"
"Ngapain pulang? disini aja nemenin aku"
"lepasin ah, gua mau pulang aja". Alegra semakin mengeratkan pelukannya dan meletakkan kepalanya di bahu Yesha.
"Ngga mau, gua seneng ada lo disini, Sha.... gua pengen sama lo honey.... disini aja ya..? ngga usah pulang, nginep aja. Ntar gua yang bilang ke Saga". muka Yesha kini sudah seperti kepiting rebus.
(wihhh nginep ngga tuh, aman ngga ya?)
Tebak! siapa yang ngejar dan siapa yang dikejar
karangan ini hanyalah karya fiksi belaka, jika terdapat nama, karakter, dan tempat yang sama. itu semua diluar kendali penulis.
jangan lupa vote dan komen yaa.. HAPPY READING ALL🤗🤗
END.
"Gimana kalau kita kasih pelajaran dengan cara bawa ke bar? Kita kerjain, ajak minum, bawa kehotel, trus kita gilir disana?"
-
"Kak Arkan, gue hamil."
"Gugurin! Minum pil aborsi! Gue yakin itu bukan anak gue!"
"Kalau sampai lo buka mulut tentang ini. Lo sekaligus bayi ini bakal gue bunuh!"
"Gue harus nyakitin lo berapa kali biar lo nyerah dan kita pisah?!"
-
Kisah ini bermula dari ketua OSIS yang hanya menjalan kan tugas nya. Memberantas anak berandalan sekolah agar menjadikan sekolah lebih baik. Tapi Disa malah terperangkap ke dalam masalah besar. Arkan, dendam dan tak ingin berdamai. Dan mulai detik itu lah hidup gadis malang itu tidak memiliki titik terang.
'Aku pamit, maaf dan terimkasih.'
Arkan Damarel x Disa maulidya
❌banyak mengandung kata kata kasar❌