IMPIAN YANG LENYAP

IMPIAN YANG LENYAP

  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Mar 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Zaira selalu merasa asing di rumahnya sendiri. Ibunya yang dingin seolah tak menganggap keberadaannya, sementara bayang-bayang perselingkuhan ayahnya terus menghantuinya. Sekolah seharusnya menjadi pelarian, tetapi kehadiran Selene, gadis yang selalu tampak sempurna di mata semua orang, justru membuat hari-harinya semakin berat. Namun, di antara kesepian dan rasa tidak dipedulikan, ada seseorang yang selalu berdiri di sisinya. Seorang teman yang tidak banyak bicara, tetapi selalu ada ketika dunia terasa terlalu berat. Di tengah konflik keluarga, pertemanan yang rapuh, dan rahasia yang terkuak satu per satu, Zaira harus menemukan keberanian untuk berdiri tegak dan menghadapi kenyataan yang selama ini ia hindari. Apakah luka lama bisa sembuh, atau justru semakin menganga?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silence In Their Minds
  • Ibu Aku Masih Butuh Pundakmu
  • CRUSH [END]
  • Marakarma
  • Diary Cinta ELVAZA
  • Time Loop
  • NESTAPA [On Going]
  • Dibalik Dinding Rumah Itu

--- Azellea selalu terlihat ceria. Senyumnya sehangat matahari pagi, tawanya seperti lagu yang menenangkan. Di sekolah, ia dikenal sebagai gadis yang ramah, penuh semangat, dan selalu membuat orang lain nyaman berada di sekitarnya. Namun di balik semua itu, tersembunyi luka-luka yang tak pernah ia tunjukkan. Dari rumah yang tak lagi terasa seperti rumah, dari pertemanan yang menyisakan pengkhianatan, hingga cinta pertama yang justru meninggalkan jejak paling perih. Azellea menyembunyikan segalanya di balik senyum dan kata-kata positifnya. Karena baginya, menunjukkan kesedihan adalah tanda kelemahan. Dan menjadi kuat... adalah satu-satunya cara agar ia bisa bertahan. Tapi sekuat apa pun seseorang berpura-pura bahagia, luka yang tak diobati akan terus membesar. Sampai akhirnya, Azellea harus memilih: terus menjadi "baik-baik saja" atau mulai menyembuhkan dirinya yang sesungguhnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines