Tuhan, Dimana Kuharus Berteduh?

Tuhan, Dimana Kuharus Berteduh?

  • WpView
    Membaca 400
  • WpVote
    Vote 108
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 30, 2025
Aileena Shavio Daskara-nama yang seharusnya memiliki makna, tetapi di dalam keluarganya, ia hanyalah bayangan. Terjebak di antara kakak yang dibanggakan dan adik yang dimanjakan, Aileena hanyalah anak tengah yang keberadaannya nyaris terlupakan. Tidak ada pelukan hangat, tidak ada panggilan penuh kasih. Ia seperti angin-ada, tetapi tak pernah benar-benar dianggap. Saat lelah mencari perhatian yang tak kunjung ia dapatkan, Aileena mulai bertanya: Tuhan, di mana aku harus berteduh? Apakah di luar sana ada tempat di mana ia benar-benar diinginkan? Ataukah ia harus terus berjuang, bertahan di dalam rumah yang tak pernah terasa seperti rumah? Sebuah kisah tentang kesepian, pencarian makna, dan harapan yang nyaris padam. Akankah Aileena menemukan tempat di mana ia akhirnya merasa berarti? -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#11
middlechild
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Aseano Samudra [End]
  • 𝟗𝟎% 𝐋𝐮𝐤𝐚 [𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (Revisi)
  • A Gay at Home (END)
  • Ignasia: Di Balik Gerbang Asrama (Harqeel)
  • PHILOCALIST [On Going]
  • Shraddha : Bisikan dari Lorong Tua

Adalah cerita tentang seorang anak yang tak pernah benar-benar punya tempat untuk pulang. Sejak kecil ia belajar bahwa hidup tak selalu adil, dan kadang-bahkan sering-doa tak dijawab dalam waktu yang ia harapkan. Ia tumbuh di antara bentakan, kehilangan, dan sunyi yang menua di dadanya. Ia menyimpan ratusan tangis yang tak bisa ditumpahkan dan ribuan tanya yang tak berani ia ucapkan. Tapi gadis kecil itu tetap berdiri, meski angin terus memaksanya jatuh. Ia tetap berjalan, meski jalannya dipenuhi duri, meski tak ada tangan yang menggenggamnya erat. Ini bukan kisah bahagia. Tapi ini kisah tentang bertahan, tentang keberanian untuk tetap hidup meski dunia berkali-kali memintanya menyerah. Karena kadang, harapan tidak datang dalam bentuk pelangi. Kadang, harapan hanya berupa napas yang tetap ia hembuskan... meski hati sudah letih. *** Update setiap Sabtu & Minggu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan