Tuhan, Dimana Kuharus Berteduh?

Tuhan, Dimana Kuharus Berteduh?

  • WpView
    Reads 412
  • WpVote
    Votes 108
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 30, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Aileena Shavio Daskara-nama yang seharusnya memiliki makna, tetapi di dalam keluarganya, ia hanyalah bayangan. Terjebak di antara kakak yang dibanggakan dan adik yang dimanjakan, Aileena hanyalah anak tengah yang keberadaannya nyaris terlupakan. Tidak ada pelukan hangat, tidak ada panggilan penuh kasih. Ia seperti angin-ada, tetapi tak pernah benar-benar dianggap. Saat lelah mencari perhatian yang tak kunjung ia dapatkan, Aileena mulai bertanya: Tuhan, di mana aku harus berteduh? Apakah di luar sana ada tempat di mana ia benar-benar diinginkan? Ataukah ia harus terus berjuang, bertahan di dalam rumah yang tak pernah terasa seperti rumah? Sebuah kisah tentang kesepian, pencarian makna, dan harapan yang nyaris padam. Akankah Aileena menemukan tempat di mana ia akhirnya merasa berarti? -
All Rights Reserved
#6
middlechild
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kesedihan [SELESAI]
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Bercerita dalam Hampa
  • Who Is the Author? (OPEN PRE-ORDER)
  • Aseano Samudra [End]
  • Shraddha : Bisikan dari Lorong Tua
  • PHILOCALIST [On Going]
  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (TAMAT)

JANGAN LUPA FOLLOW!! Anak akan tumbuh sesuai dengan lingkungan yang mendidiknya dengan cara apa. Trauma itu benar-benar nyata. Terbawa hingga mereka dewasa. Kisah ini menceritakan sebuah trauma yang membuat cinta Zeora menjadi rumit. Kepercayaan berulang kali dihancurkan. Sampai pada waktu, ia menutup kepercayaan pada semua orang, ia malah menyakiti sosok yang tulus. "Kasih aku ruang sedikit aja di hati kamu. Mungkin terdengar nggak layak. Tapi, aku bakal berusaha buat ngelawan kelainan ku yang kamu bilang gila," ucap cowok itu tulus. Zeora menyunggingkan senyum meremehkan. "Sampai lo mati di depan mata gue atau bersimbah darah karena gue, nggak akan ada sedikit pun ruang yang kebuka buat nerima lo. Dengerin gue. Kita nggak akan bersatu," balas Zeora tajam. Ia tak tau ucapannya inilah yang berakhir penyesalan. Suatu hari kejadian tak terduga menimpa Zeora dan laki-laki itu. Di sana Zeora tau, siapa orang tulus yang telah ia sia-siakan. Apakah penyesalan Zeora itu membuat gadis itu kembali mendapat cinta tulus dari laki-laki itu? Atau malah luka yang terus membuatnya gila?

More details
WpActionLinkContent Guidelines