June's Miracle; Last Life Lessons

June's Miracle; Last Life Lessons

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 9, 2025
"Sa, manusia terlalu berfokus pada dunia yang membuat mereka berpikir bahwa mereka tidak pantas. Sampai kita lupa bahwasannya kita hanya perlu melihat bagaimana cara dunia ini bekerja dengan sederhana untuk bisa merasa dicintai- dan menyadari bahwa dunia dan segala isinya itu indah." Diantara kelabu pandangannya terhadap hal yang dinamakan cinta, Gayatri Aqsa Rayadinata hanya ingin dicintai dengan sederhana. Sebagaimana bulan juni menumpahkan sisa rintik hujannya yang jatuh mengalir mengikuti lekukan bumi begitu saja. Ia ingin dunia berpihak pada perasaannya barang sekali saja. Setidaknya sampai bulan juni berikutnya. ©greiibyclouds, 2025
All Rights Reserved
#60
hujan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Single Parent | Huang Renjun [SUDAH TERBIT]✅
  • Hujan [ PUISI ] ✔️
  • I Hate Rain
  • Rainangkasa [TERBIT]✅
  • Rain-A
  • Hujan Membaca Isyarat (Kumpulan Cerita Pendek Karya @elynna_arsr)

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines