You're Here, But Not For Me

You're Here, But Not For Me

  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 28, 2025
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
All Rights Reserved
#1
pelanpelansembuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cempaka Terakhir ✔
  • Yang Tertinggal
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • HAPPINESS LOVE ♡ SUNKI End✓
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • FATE LOVE Sϋnsϋn [end]✓
  • Happiness || sunsun
  • •LOVE MISTAKE• Heesun✓
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓

Aku sudah berusaha untuk menutup seluruh hatiku. Aku tidak ingin ada yang mengisi ruang kosong di sini. Karena aku lelah, aku takut. Sudah cukup hal yang pernah menimpaku menjadikanku pribadi yang hancur. Aku tahu bagaimana rasanya disakiti. Aku tahu bagaimana rasanya dikhianati. Aku tahu bagaimana rasanya ketika kehilangan. Aku berhasil menjaga hatiku tetap kosong sampai hari itu tiba. Hari di mana aku bertemu dengannya. Orang yang terus mengusik pikiranku. Orang yang perlahan-lahan mengisi kekosongan di hatiku. Pemilik mata itu. Pemilik senyuman itu. Ah bisa gila aku hanya karenanya. Aku tahu perasaan apa ini. Meski aku terlambat untuk sadar. Aku menyesal untuk keterlambatan ini. Karena ia tang melihatku sepenuhnya, mungkin melirik saja ia tidak. Ia mengagumi orang lain. Aku sadar aku salah. Tuhan, bantu aku. Aku tak ingin hal yang sama terulang kembali. Aku hanya ingin meraih cinta sejatiku. Aku harap rasa ini hanya untuk sementara. AKU HARAP. Aku masih terlalu takut, Tuhan. *Update tiap hari

More details
WpActionLinkContent Guidelines