Debating Hearts | Jangkku

Debating Hearts | Jangkku

  • WpView
    Reads 11,800
  • WpVote
    Votes 1,060
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 10, 2025
( Enemies to Lovers ) Elysian Scholars Academy adalah sekolah bagi mereka yang terlahir dengan nama besar dan kekayaan yang nyaris tak terbatas. Bangunannya menjulang megah di atas tanah yang hanya bisa diinjak oleh mereka yang berasal dari keluarga berpengaruh. Hanya ada satu pengecualian-satu tempat yang diperuntukkan bagi seseorang seperti Alana Clarissa. Beasiswa. Itulah satu-satunya alasan ia bisa berada di sini, berjalan di antara anak-anak konglomerat yang menganggap dunia adalah milik mereka. Ia sudah terbiasa dengan tatapan merendahkan dan bisikan yang menyertainya. Ia sudah terbiasa dengan fakta bahwa ia adalah orang luar. Tapi ia tidak pernah berpikir bahwa satu kesalahan bisa membuat segalanya runtuh dalam sekejap. Sekarang, di tengah hujan yang turun deras, Alana berdiri di depan gerbang sekolah dengan tangan yang menggenggam kertas pemberitahuan. Namanya telah dicoret dari daftar siswa beasiswa. Nilainya berantakan. Rumor-rumor busuk tentang dirinya menyebar lebih cepat daripada api yang membakar kayu kering Dia tahu siapa dalangnya. Adrian Lancaster. Putra pemilik sekolah. Pewaris segalanya. Pria dengan mata abu-abu dingin yang tidak terbiasa mendengar kata "tidak." Dan ia telah menamparnya. Alana menarik napas dalam-dalam. Mungkin Adrian mengira ini sudah selesai. Bahwa ia hanya seorang gadis biasa yang akan menyerah dan pergi begitu saja. Tapi Alana bukan gadis yang mudah dihancurkan. Ia merobek kertas di tangannya menjadi serpihan kecil, membiarkannya jatuh bersama tetesan hujan. Lalu, dengan langkah mantap, ia berbalik. Permainan ini baru saja dimulai. #1 Jangkku : 23/03/26 #3 Enemy to lovers : 23/03/26 ‼️ Cerita 1000% murni dari pikiran penulis. start : 14-03-2025 end : 10-08-2025
All Rights Reserved
#11
anaksekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Realita & Waktu
  • Baper. (Completed)
  • ABINARA [SUDAH TERBIT]
  • Veil Of Elysian
  • Love Zano (Lanjutan dari Single Father) ✔
  • Now, It's Your Turn! [SELESAI]
  • Before We Meet Again
  •  Lost in Your Eyes
  • Legacy Of The Elites

Kanaya Nathania merasa dunianya telah kehilangan warna. Sebagai mahasiswa DKV tingkat akhir, ia justru membenci kanvasnya sendiri. Di bawah tekanan ekspektasi dan kegagalan yang terus membayangi di Jakarta, Kana memilih melarikan diri ke Bandung, mencari perlindungan di rumah tua milik neneknya. Ia berharap bisa menghilang dalam keheningan, namun ia justru bertemu dengan Javero, tetangga sebelah rumah yang hidupnya diatur oleh logika, angka, dan efisiensi. Javero adalah mahasiswa Manajemen yang kaku. Baginya, segala sesuatu termasuk emosi harus bisa dikelola agar efisien. Namun, kehadiran Kana yang berantakan mulai mengacaukan perhitungan matangnya. Di antara aroma kopi pukul lima sore dan dinginnya udara Bandung, keduanya terjebak dalam skenario yang tidak biasa. Javero mencoba memperbaiki operasional hidup Kana, sementara Kana tanpa sadar mulai memberi warna pada garis-garis hidup Javero yang selama ini hanya hitam dan putih. --- Di bawah temaram lampu teras yang berkedip, Javero menatap punggung Kana yang tampak rapuh. "Kenapa kamu repot-repot peduli, Ver? Hidupku ini cuma sketsa rusak yang mau aku buang," bisik Kana tanpa menoleh. Javero terdiam sejenak, menyesap sisa kopi pahitnya. "Dalam manajemen, nggak ada barang yang benar-benar rusak, Kana. Yang ada cuma barang yang belum ketemu tempat yang pas untuk diperbaiki." Kana tertawa getir. "Dan kamu pikir kamu bisa memperbaikiku?" Javero melangkah satu langkah lebih dekat, suaranya merendah seiring angin malam yang berhembus. "Saya nggak mau memperbaiki kamu. Saya cuma mau memastikan, pas kamu memutuskan buat jalan lagi nanti... kamu nggak perlu sendirian menghitung detiknya." Di tengah kejaran deadline skripsi dan kenyataan yang kian mencekik, mereka harus belajar bahwa beberapa hal di dunia ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan logika, dan beberapa luka tidak akan sembuh hanya dengan berjalannya waktu. --- Tema Utama: Self-healing, Slow-burn Romance, New Adult. Latar: Bandung, 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines