Figure Skating

Figure Skating

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang wanita yang sedang menonton video acara ice sakting melalui ponselnya dengan sangat bersemangat tanpa sadar membanting ponselnya dengan kencang melihat skater favoritnya menang. Sayangnya, ia harus membenarkan ponsel yang rusak. Saat keluar untuk membenarkan ponsel, tanpa sengaja ia bertemu dengan si figure skater. -- "Mau liat proses ganti rumput juga, ya? Sayang ya hari ini rumput nya cuma di cuci," aku berdecak. Aku juga sangat ingin melihat rumput itu, aku memang tidak beruntung. "Rumput? Ini tempat untuk ice skating," jelas pria di samping ku ini. Ia memiringkan kepalanya menjukkan gelagat kebingungan. "Loh, tadi kata om di service center tadi ini stadion kok bukan skating pool," bela ku. Aku tau tempat ini kan dari orang di tempat service tadi jadi setidaknya bukan salahku sepenuhnya. Maaf om service, sementara ku jadikan kambing hitam. Pria itu semakin memiringkan kepala nya, "Skating pool apa?" tanya nya. "Tempat ice skating. Kan, kalau tempat berenang swiming pool," jelasku dengan sangat yakin. Orang itu tertawa sekilas. Ia menunduk lalu membuka topi dan masker nya. "Mana ada skating pool. Skating pool itu biasanya untuk orang-orang yang main skateboard....---
All Rights Reserved
#150
lomba
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Sweet Combat
  • DEAR SERA [ENDING]
  • Arsyilazka

Celine adalah sosok yang paling ditakuti di kampus-cantik, berprestasi, dan tak tersentuh. Tapi di balik semua itu, dia juga dikenal sebagai seorang bully yang selalu menargetkan mahasiswa pendiam dan kutu buku. Sera, mahasiswa tahun pertama yang tertutup, menjadi korban favoritnya. Berkacamata tebal, rambut selalu dicepol, dan lebih nyaman dengan buku dibandingkan manusia. Celine dan gengnya sering menjadikan Sera sebagai bahan ejekan, menarik rambutnya, menyembunyikan kacamatanya, atau sekadar membuat harinya sial. Tapi suatu hari, semuanya berubah. Saat Celine tanpa sengaja melihat Sera tanpa kacamata dan cepolannya, ada sesuatu yang mengusik dirinya. Bully yang ia lakukan tetap berlanjut, tapi semakin aneh-sentuhan yang lebih lama, tatapan yang tak bisa dijelaskan, dan bisikan yang terdengar seperti ancaman, tapi terasa berbeda. Sera membenci Celine. Tapi kenapa tatapan itu... malah membuatnya bingung? Di antara kebencian, ketakutan, dan rasa yang tidak seharusnya ada, keduanya terjebak dalam permainan yang semakin sulit dihentikan. Apakah Sera hanya korban, atau Celine sebenarnya yang lebih terikat dalam obsesi ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines