Ashes Of Yesterday

Ashes Of Yesterday

  • WpView
    Reads 45,932
  • WpVote
    Votes 2,202
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2026
Raven menatap tajam ke arah pria yang berdiri di depannya. "Bisa-bisanya kau mencelakai dan memfitnah Ravael!" seru pria itu dengan penuh amarah. Sementara itu, Raven yang sudah tersungkur di bawahnya mengepalkan tangan, menahan amarah. "Sebetulnya, yang anak kandung itu aku atau Ravael?" tanyanya dingin, meski sorot matanya penuh kemarahan dan kekecewaan. Pria itu terkejut. "Tentu saja kau anakku!" jawabnya tegas. Raven menyeringai sinis. "Lalu kenapa Papa lebih percaya Ravael?" Pria itu menghela napas. "Karena kau sudah keterlaluan, Raven." Sebelum Raven sempat membela diri, kakaknya, Jo, menyela dengan penuh emosi. "Kau yang selalu mencari masalah! Citra keluarga kita rusak karena sikap kekanak-kanakanmu. Belajarlah dari Ravael! Jika aku bisa memilih, aku lebih ingin dia menjadi adikku daripada kau!" Ucapan Jo menghantam Raven telak. Dalam kemarahan yang membuncah, ia menghunus pisau lipatnya dan menggores leher Ravael. Semua orang terkejut. Jo, tanpa pikir panjang, mendorong Raven hingga terjatuh dari lantai dua. Tubuhnya menghantam guci besar yang pecah berkeping-keping dan menusuk tubuhnya. Namun, alih-alih merasakan kematian, Raven terbangun di ranjang rumah sakit dengan kepala berdenyut sakit. Ia menoleh dan melihat sosok yang tak asing-bodyguard sekaligus ayah angkatnya yang seharusnya sudah meninggal beberapa tahun silam. Menatap sekeliling, Raven tersadar-ia kembali ke lima tahun lalu, ke saat di mana keluarganya lebih memilih menemani Ravael ke pantai daripada menjemputnya dari sekolah. Kini, ia mendapat kesempatan kedua. Ini bukan anugerah. Ini peringatan. Dan kali ini, ia tak akan membiarkan dirinya terjebak dalam keluarga yang tak pernah menginginkannya.
All Rights Reserved
#113
rebirt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • Complete (END)
  • Fixing the Broken ✓
  • A Place Where the Sun Hides
  • Give Up? (Complete)
  • Always Okey
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • Aleum And 7

Rafkal yang meninggal karena menyelamatkan seorang anak kecil tiba-tiba terbangun disebuah kamar yang begitu mewah dengan segala alat medis yang melekat ditubuhnya. "Baby, kamu bangun sayang?" "What Baby?! Lo siapa?! Ini dimana? Kenapa gue masih hidup? Gue udah mati!!" Teriak Rafkal. Hidup untuk yang kedua kalinya mungkin itu yang dialami oleh Rafkal, tapi ini tidak seperti ia hidup untuk yang kedua kalinya tapi ini seperti ia menggantikan seseorang untuk tetap hidup. ##### Perhatian!!! -Bukan cerita BL. -Banyak kata-kata Absurd dan aneh. -Follow Akunnya. -Jangan lupa Vote dan komen ceritanya :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines