Wind's Serenity

Wind's Serenity

  • WpView
    LECTURES 93
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 10
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mars 16, 2025
Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh perbukitan hijau, Syarla tumbuh dengan hati yang selalu merindukan kebebasan. Sejak kecil, ia gemar berdiri di puncak bukit tertinggi, membiarkan angin membelai rambutnya, seolah membisikkan kisah-kisah tak kasat mata tentang dunia yang lebih luas. Namun, hidup Syarla tidak selalu tenang seperti semilir angin yang ia cintai. Konflik keluarga, keinginan untuk mengejar impiannya, dan bayang-bayang masa lalu yang terus menghantuinya membuatnya merasa terjebak. Hingga suatu hari, ia bertemu dengan seorang pemuda misterius bernama Alka, seorang pengelana yang memahami bahasa angin lebih dari siapa pun. Melalui perjalanan bersama, mereka menemukan bahwa angin bukan sekedar hembusan tak berwujud, melainkan pesan dari alam tentang kehidupan, cinta, dan keberanian untuk melangkah maju. Dalam tarian angin yang lembut, Syarla belajar bahwa kedamaian sejati bukanlah tentang tempat yang sunyi, tetapi tentang menerima diri sendiri dan berdamai dengan masa lalu. Lalu, apakah Syarla benar-benar siap menghadapi rahasia yang dibawa angin kepadanya?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • FOUR ELEMENTAL GODS[REVISI]
  • SAGARA 2 ✓
  • The Boat of Blossoms
  • Kutukan Tumbal
  • AZALEA
  • Under The Midnight Sky
  • Falling For a Gangsta [SELESAI]
  • ASHLEY
  • Bangkitnya Sang Penjaga Untuk Memulihkan Alam Yang Hilang [END]

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu