Benang Merah: Takdir

Benang Merah: Takdir

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Mungkin sebelum memulai, sebaiknya aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Diandra Tanisa Putri Lestari, atau bisa dipanggil Nissa, aku tinggal di salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Aku bukan berasal dari keluarga kaya raya, aku berasal dari keluarga sederhana yang cukup mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari hari. Menulis adalah salah satu hobiku. Oleh karena itu aku berfikir untuk mengabadikan salah satu masa yang penting dan berharga dalam hidupku melalui sebuah karya tulis yaitu cerpen ini. Menuliskan kisah cinta dan hidup bersama seseorang, bukankah itu hal yang romantis? Ya, aku ingin mencobanya, sekaligus sebagai permintaan maafku untuknya karena sempat menyia-nyiakan waktunya. Cerita hidupku seperti dalam drama, bahkan lebih, terlalu dramatis. Mulai dari kehidupan keluargaku yang cukup pelik, kepekaanku terhadap makhluk halus yang menambah warna gelap dalam hidupku hingga akhirnya aku menemukan warna cerah pada seseorang. Seseorang yang mampu membuatkan aku dunia baru yang penuh warna dan kebahagiaan. Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dulu, kini, maupun nanti. "Kamu suka aku? Kenapa?" "Apa rasa cinta perlu alasan?" "Kalo gitu, gimana kalo aku nolak kamu?" "Gue bakal coba sampai lo terima gue dan masuk ke pelukan gue..."
All Rights Reserved
#742
cintamonyet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANNISA {ON GOING}
  • Said Bismillah if you love me
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • My Duchess / End
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • All About Love (Short Story)
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • Dia dan Doa
  • Dear Future (new version)

Annisa Maudi Ayunda. Gadis berusia 19 tahun yang mampu meluluhkan hati seorang lelaki cuek. Nih spoilernya↓ ___________________ TINN TINN TINN... "Astagfirullah. Siapa sih pagi-pagi yang udah mainin klakson-nya ey, ganggu pisan" Annisa menggerutu sebal karena ia dikejutkan oleh klakson mobil yang tepat dibelakangnya. "WOY! MINGGIR lO!" belum selesai dengan gerutuan-nya Annisa kembali dikejutkan dengan suara si pemilik mobil tersebut. "Ya Allah, kayaknya kamu suka banget ngagetin orang deh" bahkan saat berbicara dengan orang yang dibelakangnya, Annisa tidak membalikkan badannya sama sekali. "GUE BILANG MINGGIR YA MINGGIR! dasar dekil" walau nada bicara pada kalimat terakhirnya ia kecilkan, tapi tetap saja Annisa masih bisa mendengarnya. "HEH! APA KAMU BILANG TADI? DEKIL? HEY JAGA UCAPAN MU YA!" Annisa benar-benar jengkel pada orang tersebut "YA EMANG lO DEKIL, MAKANYA NGACA SONO!" pemuda yang diketahui bernama Ardhiansyah Vero Aditama atau yang sering dipanggil Ardhi ini memang terkenal dengan sikap angkuhnya karena ayahnya, Adriansyah Vernon Aditama adalah kepala yayasan di kampus-nya. "Huhhh ngadepin kamu mah gak bakal kelar urusannya" sebelum Annisa berbalik dan meninggalkan Ardhi , Ardhi sudah menghentikannya dengan berbicara. "SIAPA lO SAMPAI-SAMPAI lO BERANI SAMA GUA" dan benar saja ucapan Ardhi pun dinotice oleh Annisa. "Aku? Aku emang bukan siapa-siapa dan buat apa aku takut sama kamu. Sama-sama makan nasi ini kan? Kecuali kalo kamu makan manusia baru aku takut.." sontak ucapan Annisa mengundang tawa dari para mahasiswa yang melihat kejadian itu. Ardhi yang melihat kalau dia ditertawakan oleh semua orang langsung mengucapkan kata-kata yang membuat mereka bungkam. "DIAM KALIAN! MAU GUE KELUARIN DARI KAMPUS HAH?!!" para mahasiswa yang dari tadi mentertawakannya langsung saja membungkam mulutnya dan pergi dari sana. _______________________ Cie yang penasaran! Yuk langsung dibaca! Jangan lupa like and Comment!

More details
WpActionLinkContent Guidelines