Benang Merah: Takdir

Benang Merah: Takdir

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 15, 2025
Mungkin sebelum memulai, sebaiknya aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Diandra Tanisa Putri Lestari, atau bisa dipanggil Nissa, aku tinggal di salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Aku bukan berasal dari keluarga kaya raya, aku berasal dari keluarga sederhana yang cukup mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari hari. Menulis adalah salah satu hobiku. Oleh karena itu aku berfikir untuk mengabadikan salah satu masa yang penting dan berharga dalam hidupku melalui sebuah karya tulis yaitu cerpen ini. Menuliskan kisah cinta dan hidup bersama seseorang, bukankah itu hal yang romantis? Ya, aku ingin mencobanya, sekaligus sebagai permintaan maafku untuknya karena sempat menyia-nyiakan waktunya. Cerita hidupku seperti dalam drama, bahkan lebih, terlalu dramatis. Mulai dari kehidupan keluargaku yang cukup pelik, kepekaanku terhadap makhluk halus yang menambah warna gelap dalam hidupku hingga akhirnya aku menemukan warna cerah pada seseorang. Seseorang yang mampu membuatkan aku dunia baru yang penuh warna dan kebahagiaan. Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dulu, kini, maupun nanti. "Kamu suka aku? Kenapa?" "Apa rasa cinta perlu alasan?" "Kalo gitu, gimana kalo aku nolak kamu?" "Gue bakal coba sampai lo terima gue dan masuk ke pelukan gue..."
All Rights Reserved
#223
ghaib
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • Mental Disease
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • All About Love (Short Story)
  • Memories in Moon
  • Rumahku, di Hatimu (The Beginning of Undeniable Love Series)
  • BUKAN PUALAM ~ Apakah Ini Surga?
  • Ayesha Transmigration
  • Dia dan Doa

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines