Atas Nama Cinta

Atas Nama Cinta

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 5, 2025
Cinta memang sesuatu yang wajar untuk dirasakan setiap makhluk tuhan. Cinta adalah sebuah fitrah. Namun, terkadang cinta juga dapat membuat kita lalai, bahkan sampai lupa bahwa kita hanyalah makhluk ciptaan Allah yang tak sepantasnya mencintai makhluk nya melebihi cinta nya kita kepada sang khaliq. Sebagai salah satu makhluk ciptaan nya, sepantasnya kita menjaga arti dari cinta tersebut. Cinta adalah sesuatu yang suci, tak pantas untuk di jadikan sebuah alasan untuk kita berbuat suatu kemaksiatan dengan mengatasnamakan cinta. Islam mengajarkan kita untuk menjauhi zina. Di era sekarang, justru mereka berbuat kemaksiatan dengan mengatasnamakan cinta. Sebagai seorang muslim seharusnya kita dapat mencontoh perbuatan sayyidah Khadijah dan sayyidah Fatimah dalam menangani cinta itu sendiri. Kita harus memilih antara menyatakan atau memendam cinta dalam diam. sebagian besar muslimah sekarang, mereka memilih mengikuti sayyidah fatimah yaitu memendam cinta dalam diam. Ya, itulah yang dirasakan Nadzhifa sekarang ia memendam cinta nya pada seorang pemuda selama 4 tahun. Pemuda itu adalah teman lelaki nya semasa ia masih sekolah. Ia tau bahwa pemuda itu memiliki perasaan yang sama dengan nya, ia bahkan pernah mendapat pernyataan cinta dari pemuda itu. Namun keduanya sadar bahwa tak sepantasnya mereka terjerumus dalam salah satu perbuatan yang dibenci Allah. Yaitu zina. Keduanya memilih memendam cinta nya dalam diam. Nadzhifa berusaha menghindari interaksi dengan pemuda itu. Namun semesta seolah tidak berpihak kepadanya, ia justru dipertemukan kembali dengan pemuda itu dan suatu keadaan dimana ia dituntut untuk dapat berinteraksi lagi dengan nya. Apakah kedua nya akan dipersatukan? atau justru salah satu dari mereka tidak lagi memiliki perasaan yang sama?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • MAHABBAH [SELESAI]
  • When you love someone (END)
  • Love Faith And Hope
  • Tasbih Pengantar Jodoh ( Terbit )
  • Kau Yang Kembali
  • ZA&RA
  • OPACRAPHILE [End]
  • MEMBUKA LEMBARAN BARU
  • Mahligai Cinta [END]✓

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines