Gengaman dalam Kegelapan

Gengaman dalam Kegelapan

  • WpView
    LECTURES 106
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Chapitres 12
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juil. 21, 2025
Berada diposisi yang menyulitkan membuatku harus mau menjalani hidup dengan lelaki sepertimu. Luka luka yang mungkin orang lihat sebenarnya ada obat yang selalu kau sembunyikan dalam kegelapanmu. Mampukah aku untuk bertahan meski banyak air mata yang ditumpahkan? Luka yang terasa Hati yang terluka Air mata yang tak kunjung usai Akankah kau akhiri ini dengan sebuah kebahagian? Ataukah sebuah perpisahan? Kisah yang diawali pilu dari seorang muslimah Aziza Putri Fairuz bernama dengan badboy yang menginginkannya yakni Hadi Arrazi Kafathan yang rela melakukan berbagai cara agar wanitanya senantiasa berada disisinya. Jangan lupa lansung baca aja ya kawan kawan cerita aku, mohon maaf jika masih banyak kekurangan namanya juga penulis amatir hehe....
Tous Droits Réservés
#84
pengusaha
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • KHAZARA (On Going)
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Imam Rahasiaku [TERBIT]
  • New Love
  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Mazoya Ananta
  • Cinta Sejati

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu