Gengaman dalam Kegelapan

Gengaman dalam Kegelapan

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 21, 2025
Berada diposisi yang menyulitkan membuatku harus mau menjalani hidup dengan lelaki sepertimu. Luka luka yang mungkin orang lihat sebenarnya ada obat yang selalu kau sembunyikan dalam kegelapanmu. Mampukah aku untuk bertahan meski banyak air mata yang ditumpahkan? Luka yang terasa Hati yang terluka Air mata yang tak kunjung usai Akankah kau akhiri ini dengan sebuah kebahagian? Ataukah sebuah perpisahan? Kisah yang diawali pilu dari seorang muslimah Aziza Putri Fairuz bernama dengan badboy yang menginginkannya yakni Hadi Arrazi Kafathan yang rela melakukan berbagai cara agar wanitanya senantiasa berada disisinya. Jangan lupa lansung baca aja ya kawan kawan cerita aku, mohon maaf jika masih banyak kekurangan namanya juga penulis amatir hehe....
All Rights Reserved
#196
pengusaha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]
  • The Story of  Aisha Khumairah
  • KHAZARA (On Going)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Kusebut Namanya Dalam Akad
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Mazoya Ananta

Bisakah kau bayangkan daun yang layu bertahan pada ranting yang lemah dan disapa cuaca tak ramah? Aku wanita penuh dengan luka. Sudah berapa kali aku bilang, jangan singgah jika hanya untuk bermain-main. Aku sudah tau rasanya kehilangan. Jadi tak perlu kamu ajarkan lagi. Kehilangan, ditinggalkan, bahkan meninggalkan sudah aku lalui. -Fatimah Azkandriya Milaikha- Maafkan aku yang telah datang lalu pergi. Maafkan aku yang telah berjanji walau akhirnya mengingkari. Perihal aku datang lalu mengetuk dan pergi tanpa pamit bagian dari rasa yang tak bisa kuceritakan padamu. -Mohammad Ali Al-Habib- Banyak orang yang menangisi masa lalunya, namun aku tak mempersalahkan itu. Bagiku kamu masa depanku. Mari kita perbaiki hari ini sebelum ia menjadi masa lalu. Hijrah bersamamu menuju surga-Nya. -Ghalli Abdullah Rasyid-

More details
WpActionLinkContent Guidelines