Melrose Apartment: 40-4

Melrose Apartment: 40-4

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Win pindah ke Melrose Apartments dengan harapan menemukan ketenangan-tempat sempurna untuk menulis di tengah malam dan tidur saat dunia mulai bergerak. Dua minggu pertama terasa seperti surga. Tapi, keheningan itu perlahan berubah. Tangisan bayi dari sebelah mulai memenuhi pagi, disusul derap langkah kaki dari unit atas yang tak kunjung berhenti. Tenggat waktu semakin mendekat, dan kelelahan yang menumpuk membuat Win terlalu lelah untuk memerhatikan hal-hal aneh di sekitarnya. Semuanya terasa kabur, sampai Deva-juniornya dari masa kuliah-tiba-tiba muncul kembali dalam hidupnya. Kehadirannya membawa percikan baru, namun juga pertanyaan besar: apakah gangguan di Apartment 40-4 hanyalah akibat kurang tidur, atau ada sesuatu yang lebih gelap menunggu di sana? Start: 15/03/2025 End: -
All Rights Reserved
#14
dewwin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Home
  • Dua cangkir satu Meja
  •  Lady Viviana √
  • SENDIRIAN.
  • Trouble Corazón (END)
  • Amsterdam Girl
  • Horror Class (DewTee)
  • Strange Apartment
  • Takdir Yang Hilang [END]
  • My psychopath man (brightwin)
Home

Keluarga Vaughn yang tampak sempurna, dengan ayah sukses, ibu penuh kasih, dan tiga anak laki-laki cerdas, berubah drastis ketika Varendra, sang ayah, membawa pulang seorang anak laki-laki misterius, Cassiel Elio Vaughn. Amaryllis, istrinya, marah dan hancur mengetahui bahwa Cassiel adalah anak Varendra dari luar pernikahan. Ketegangan memuncak hingga Amaryllis berteriak agar Varendra membawa Cassiel pergi, namun pada pagi harinya, Amaryllis ditemukan meninggal. Kehilangan ibu dan kebahagiaan membuat Cassiel menjadi pusat kebencian di rumah itu. "B-bang..." "Diam". Cassiel mengejang ketika suara itu jatuh di telinganya seperti belati. Lalu, tanpa peringatan- Bugh! Pukulan keras mendarat di pipinya, menghantamnya dengan kekuatan yang cukup untuk membuatnya tersandung ke belakang. Rasa panas menyebar di wajahnya, bibirnya mulai berdenyut nyeri. Cassiel tidak berani bergerak. Dia tahu Rayden belum selesai. Nerian dan Nevian duduk dengan santai, menikmati kejadian itu seolah itu adalah tontonan hiburan pagi hari. "Lihat tuh, kayak anjing," cibir Nevian dengan nada jijik. "Gimana kalau kita buang aja? Pasti ada yang mau pelihara," tambah Nerian dengan tawa kecil. "Mana ada yang mau melihara anjing jelek kaya dia." balas Nevian. Kapan aku dapat merasakan ketenangan sedikit saja? Kenapa aku yang harus merasakan ini? Bukankah rumah adalah tempat yang nyaman? Tapi, dimana rumahku, tempatku bersandar dan mengeluh? Start : 7 Maret 2025 End : 16 April 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines