We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A Fading Light

A Fading Light

  • WpView
    Reads 329
  • WpVote
    Votes 190
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Velora Aethera Akasha adalah gadis yang selalu tampak ceria-tertawa, bercanda, dan menyebarkan kebahagiaan. Namun, siapa sangka di balik senyumnya, ia menyimpan luka yang perlahan menggerogoti dirinya? Tekanan dari keluarga, persaingan dengan saudara kembar yang membencinya, dan rahasia yang ia simpan sendiri membuatnya semakin terpuruk. Lucian Ananta Vyoma, satu-satunya orang yang selalu ada untuknya, tiba-tiba mulai menjauh. Velora bertanya-tanya, apakah ada yang tersisa untuknya? Ataukah ia hanya tinggal menghitung waktu sebelum akhirnya tenggelam dalam kegelapan yang selama ini ia sembunyikan? *Selamat datang di cerita pertama ku ini ku buat karena gabut dan sebagai healing dari kesibukan kls 12 inii huhuhuuu😭 Selamat membaca gaesss jangan lupa vote ya!!! #Cerita ini murni dan tidak ada plagiarisme dari pihak mana pun jika ada kalimat/ kata yang sama itu wajar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Waktu?
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Broken Hearts [END]
  • My Destiny is it Love You
  • AKSARA [✔]
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Friendship [END]
  • DUNIA DAN SEJUTA LUKANYA

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines