Secangkir kopi untukmu

Secangkir kopi untukmu

  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 29, 2025
Di sudut kota yang tenang, berdiri sebuah kedai kopi kecil yang dikelola oleh Raka, seorang pemuda yang baru merintis mimpinya. Awalnya, kedai ini hanyalah tempat sederhana yang jarang dikunjungi orang, tapi seiring waktu, aroma kopi yang ia racik mulai menarik perhatian. Kedai itu bukan hanya tempat singgah bagi mereka yang ingin menikmati kopi, tetapi juga menjadi saksi bisu berbagai cerita yang datang dan pergi. Setiap cangkir yang disajikan memiliki kisahnya sendiri, dan setiap pelanggan yang datang membawa kepingan hidup yang berbeda. Meski kini kedainya mulai ramai, kesibukan bukanlah satu-satunya tantangan bagi Raka. Di balik senyum ramahnya saat melayani pelanggan, ada kisah keluarga yang membentuk dirinya, ada kenangan yang menghangatkan, dan ada luka yang masih berusaha ia sembuhkan. Dengan semangat yang tak mudah padam, Raka terus meracik kopi, menyambut setiap tamu dengan ketulusan, dan diam-diam mencari makna dalam setiap interaksi. Namun, di tengah hiruk-pikuk kehidupannya, mampukah ia menemukan sesuatu yang selama ini ia cari? Ataukah justru secangkir kopi yang ia tuangkan untuk orang lain akan membantunya menemukan jawaban atas pertanyaan yang selama ini mengisi pikirannya? ********* Informasi Novel! Jadwal Update: Novel ini diperbarui setiap hari Sabtu dan Minggu. Hak Cipta: Novel ini adalah karya asli saya sendiri. Jika ada kesamaan dalam nama, tema, atau cerita, itu murni kebetulan dan tidak disengaja. Sumber Inspirasi: Beberapa cerita dalam novel ini terinspirasi dari kisah nyata orang-orang di sekitar saya yang pernah berbagi cerita atau curhat tentang masalah mereka. Sebagian lainnya berasal dari masalah umum dalam kehidupan nyata serta pengalaman pribadi saya sendiri. Interaksi dengan Pembaca: Jika kalian memiliki pertanyaan, kritik, atau saran terkait novel ini, silakan tinggalkan komentar. Saya akan sangat menghargai setiap masukan dari kalian!
All Rights Reserved
#5
ceritahangat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • BAND AID
  • A-KU & A-MU
  • Dua Dalam Secangkir Kopi
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Andanan Coffee
  • Dua cangkir satu Meja
  • A Cup Of Coffee (Done)

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines