We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
When We Were Us

When We Were Us

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Rayhan dan Hana selalu bersama sejak SMA hingga kuliah. Namun, impian yang berbeda membawa mereka ke jalan yang terpisah,Hana memilih bekerja lebih awal, sementara Rayhan melanjutkan studinya ke luar negeri. Enam tahun berlalu tanpa kabar, hingga reuni mempertemukan mereka kembali. Namun, waktu telah mengubah segalanya. Di antara kenangan yang manis dan perasaan yang masih tersisa, mereka bertanya-tanya bisakah mereka kembali bersama, atau apakah mereka hanyalah bayangan masa lalu yang tak bisa diulang?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • janji kecil
  • About That Night
  • Be With You (END)
  • GONE: Story Of The Rain
  • Love's Serendipity
  • The meeting was accidental [END] OTW REVISI
  • Dear You

SMA selalu menjadi babak baru dalam kehidupan, penuh dengan tantangan, pertemanan, dan perubahan yang tak terduga. Bagi Reyhan dan nayla, ini bukan hanya tentang mengejar nilai atau menentukan masa depan-ini juga tentang menemukan kembali sesuatu yang sempat hilang. Dulu, mereka adalah teman masa kecil yang tak terpisahkan. Reyhan, anak laki-laki yang selalu penuh energi dan suka bercanda, selalu berhasil membuat Nayla tersenyum di hari-hari mereka di SD. Sementara Nayla, dengan sifatnya yang lembut dan sedikit pemalu, selalu menjadi satu-satunya orang yang bisa memahami Reyhan di balik sikap cerianya. Namun, waktu memisahkan mereka saat masuk SMP. Tanpa disadari, persahabatan yang dulu begitu kuat mulai terkikis oleh jarak dan kesibukan masing-masing. Kini, di SMA, mereka kembali bertemu di kelas yang sama. Namun, banyak hal telah berubah. Reyhan tidak lagi sekadar bocah ceroboh yang selalu tertawa, dan Nayla kini lebih dewasa serta sulit ditebak. Mereka masih ingat kenangan lama, tetapi pertanyaan besar muncul-apakah mereka masih bisa menjadi sahabat seperti dulu, atau justru sesuatu yang baru mulai tumbuh di antara mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines