JANJI DI ATAS AWAN (ON GOING)

JANJI DI ATAS AWAN (ON GOING)

  • WpView
    Reads 460
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2026
Di antara langit yang membentang luas dan puncak yang menjulang tinggi, dua pasangan sejati melangkah dalam perjalanan yang lebih dari sekadar pendakian. Mereka mencari arti-tentang kebersamaan, tentang impian yang terjalin di setiap langkah, dan tentang janji yang pernah terucap, kini menunggu untuk ditepati. Angin gunung berbisik membawa kenangan, kabut menyelimuti jejak yang mereka tinggalkan, sementara matahari terbit di cakrawala menjadi saksi perjalanan hati yang tak hanya mendaki ketinggian, tetapi juga menapaki makna yang lebih dalam. Di atas awan, mereka menemukan bahwa cinta bukan hanya tentang sampai di puncak bersama, tetapi juga tentang bertahan dalam setiap badai dan berbagi hangatnya mentari di pagi yang dingin.
All Rights Reserved
#98
puisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Cinta Berbalut Puisi
  • BATAS RASA (TERBIT)
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • Coffe Shop
  • the best choice
  • Kepada Rindu Yang Semestinya
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Nightfall

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines