At Least We Have Some Memories

At Least We Have Some Memories

  • WpView
    Membaca 439
  • WpVote
    Vote 68
  • WpPart
    Bab 34
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mar 18, 2025
"Jika hidup hanya dipenuhi luka, masihkah ada alasan untuk bertahan?" Witha sudah lelah. Ia berdiri di tepi atap rumah sakit, berharap angin malam membawanya pergi dari semua rasa sakit. Tak ada yang akan peduli, tak ada yang akan mencari. Atau setidaknya, itulah yang ia pikirkan. Sampai seseorang menghentikannya. Arin-gadis dengan tubuh ringkih dan mata yang menyimpan terlalu banyak cerita. Ia juga terluka, bahkan mungkin lebih dalam dari yang Witha bayangkan. Namun, ada satu perbedaan: Arin masih ingin hidup. Di bawah langit kelam itu, dua jiwa yang remuk bertemu. Saling mengulurkan tangan, saling memberi alasan untuk tetap bertahan. Tapi, apakah kehadiran satu sama lain cukup untuk menyembuhkan luka yang sudah mengakar? Sebuah kisah tentang kehilangan, pertemuan, dan harapan yang masih tersisa di antara kehampaan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#470
mentalhealt
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Sepasang Luka Merajut Asa [END]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Mahligai Sunyi
  • Because You Never Really Left
  • Sudut Luka Nazea
  • The Bleeding Lady [completed]
  • "Aku Tidak Mau Pulang Ke Sana..."

Adalah cerita tentang seorang anak yang tak pernah benar-benar punya tempat untuk pulang. Sejak kecil ia belajar bahwa hidup tak selalu adil, dan kadang-bahkan sering-doa tak dijawab dalam waktu yang ia harapkan. Ia tumbuh di antara bentakan, kehilangan, dan sunyi yang menua di dadanya. Ia menyimpan ratusan tangis yang tak bisa ditumpahkan dan ribuan tanya yang tak berani ia ucapkan. Tapi gadis kecil itu tetap berdiri, meski angin terus memaksanya jatuh. Ia tetap berjalan, meski jalannya dipenuhi duri, meski tak ada tangan yang menggenggamnya erat. Ini bukan kisah bahagia. Tapi ini kisah tentang bertahan, tentang keberanian untuk tetap hidup meski dunia berkali-kali memintanya menyerah. Karena kadang, harapan tidak datang dalam bentuk pelangi. Kadang, harapan hanya berupa napas yang tetap ia hembuskan... meski hati sudah letih. *** Update setiap Sabtu & Minggu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan