THE DEVIL IN HIGHEST HOTEL

THE DEVIL IN HIGHEST HOTEL

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 17, 2025
Pada tahun 1957, Henry Hart, seorang pelayan hotel di kota besar era klasik bernama Golden Age Hotel, adalah bayangan tak terlihat di dunia kaum elit. Namun, di balik senyumnya yang sopan, dia adalah algojo senyap yang memburu orang-orang kaya korup yang membangun kerajaan mereka di atas penderitaan orang miskin. Dengan presisi mengerikan, dia memanfaatkan pekerjaannya untuk mengamati, merencanakan, dan membunuh targetnya tanpa meninggalkan jejak. Henry mengubah hotel mewah tempatnya bekerja menjadi ladang pembantaian tersembunyi. Tapi seiring mayat bertambah, tekanan pun meningkat-polisi mulai curiga, dan dunia bawah mulai memburu dirinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Queen on a Tattered Throne
  • "dua peluru, satu takdir"
  • DIAMOND MONARCH (Saga Of The Crystal Throne)
  • HISTORIA
  • BOYKILLER Vs LADYKILLER
  • Forever (Sudah Terbit)✔️
  • I Became A Great Magician
  • Forever (Vk)✔️
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • A VILLAIN'S SECRET [END]

"The Queen on a Tattered Throne" Di sebuah sekolah elite yang penuh dengan anak-anak kaya dan ambisius, ada satu sosok yang berdiri di antara mereka-bukan karena kekayaan, bukan karena kecantikan yang dipoles oleh tren, tapi karena keangkuhannya yang tak tertandingi. Smi, gadis berkerudung lusuh dengan tatapan tajam dan senyum tipis yang sulit ditebak, adalah ratu di dunianya sendiri. Ia makan bekalnya-nasi dingin, sayur kelor, dan ikan asin tanpa mata-dengan gaya seorang bangsawan, seolah sedang menikmati hidangan mahal di restoran bintang lima. Di matanya, teman-teman sekelasnya tak lebih dari sekumpulan ngengat yang berisik, mengitari cahaya yang tak pernah menarik perhatiannya. Ia mencintai ketenangan, menganggap tidur dan makan sebagai bentuk kekayaan sejati. Namun, di balik sikap angkuhnya, ada misteri yang menempel padanya seperti bayangan. Tatapan licik seseorang yang memperhatikannya dari kejauhan, langkah-langkah sunyi yang mengikuti di lorong-lorong sekolah, dan bisikan samar yang mengiringi setiap kepergiannya. Dunia Smi yang selama ini nyaman dalam kesendiriannya mulai retak-dan dia harus memilih, tetap duduk di tahtanya yang lusuh atau menghadapi sesuatu yang lebih gelap dari sekadar hidup sebagai gadis miskin di sekolah orang-orang kaya. Sebuah kisah yang memadukan sarkasme, humor gelap, dan ketegangan psikologis. Smi bukan pahlawan, bukan juga korban. Dia hanya seseorang yang tak pernah peduli-sampai sesuatu memaksanya untuk mulai peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines