MAKAIO
  • WpView
    Reads 1,261
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2026
Diusianya yang baru menginjak enam tahun, Kai dipaksa untuk memahami dunia yang begitu kejam padanya. Luka-luka lama yang ditinggalkan ayah kandungnya membuat setiap suara langkah pria dewasa terasa seperti ancaman. Kai tidak mengerti mengapa tubuhnya gemetar, atau mengapa setiap pelukan dari pria dewasa terasa menakutkan, tapi jauh di lubuk hatinya ia hanya ingin satu hal. disayangi, tanpa rasa sakit. Helena, tahu betapa rapuhnya hati kecil kai. Hingga membuat nya harus menyimpan rahasia besar dari sang anak, Selama dua tahun. Namun, ketika rahasia itu akhirnya terbuka, dunia kecil Kai pun terguncang, memaksanya belajar mengenal cinta dan kepercayaan yang sempat hilang dalam hati kecilnya......
All Rights Reserved
#395
cengeng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CAKRAWALA HITAM DI RUMAH KACA
  • Unexpected Brother : Between Us
  • After I Stopped Hoping
  • gara gara cantengen
  • Kembar tapi Pisah
  • MATA UNTUK NARESH
  • Sulung Wiratama
  • Story about triplets
  • REDAM
  • sisa waktu

Di balik gerbang emas kediaman megah keluarga Adiwangsa, tersimpan sebuah rahasia yang baunya lebih busuk dari sampah. Cakra Adiwangsa tidak pernah meminta dilahirkan sebagai kembaran Langit. Namun, bagi kedua orang tuanya, Cakra adalah "cacat produksi" yang merenggut kesehatan kembarannya sejak di dalam kandungan. Di rumah itu, Cakra tidak dipanggil nama. Ia adalah "Anak Sialan," "Pembawa Musibah," atau "Sampah yang Malu-Maluin." Sementara Langit tidur di atas kasur sutra dengan pelayan yang siap sedia, Cakra dipaksa tidur di gudang pengap, menjadi pelayan bagi saudaranya sendiri, dan menerima sisa makanan yang hampir basi. Jika Langit batuk sedikit saja, maka punggung Cakralah yang akan menjadi sasaran cambuk sang Ayah sebagai pelampiasan amarah. Neraka Cakra tidak berhenti di pagar rumah. Di SMA Pelita Bangsa-sekolah elite milik keluarganya sendiri-Cakra menjadi mangsa empuk perundungan. Langit menciptakan narasi bahwa Cakra adalah anak pembuat onar yang dibenci keluarga. Dicaci, dipukuli, hingga dikunci di kamar mandi sekolah sudah menjadi sarapan harian Cakra. Ia kaya secara status, namun lebih miskin dari pengemis dalam hal harga diri. Cakra bertahan, mencoba percaya bahwa suatu saat detak jantungnya akan dianggap berharga. Namun, ketika sebuah diagnosa medis menyatakan organ tubuhnya mulai menyerah akibat kekerasan fisik bertahun-tahun, Cakra menyadari satu hal pahit: Keluarganya baru akan tersenyum jika ia benar-benar menghilang. Ini bukan cerita tentang perjuangan untuk bangkit. Ini adalah kronik tentang seorang remaja yang perlahan hancur dalam diam, hingga akhirnya ia memilih untuk memberikan "hadiah" terakhir bagi keluarganya: Kematian yang akan menghantui mereka seumur hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines